Update: Jumat, 22 Mei 2026

KPIG

PT. MNC Tourism Indonesia Tbk.

Rp 90
+3.45%
Volume
606.089 lot
MA 5
94
MA 20
107
RSI
17.78
High
92
Low
83

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.63%
Support (10d)
83
Resistance (10d)
116
Volume Trend (10d)
-40.6%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-18.92 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (17.8) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 56.760 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KPIG saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 17.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.63%. Area support terdekat berada di sekitar Rp83, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp116.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 116 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 128, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 83 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Impulse Wave (lima gelombang penggerak utama), kini saatnya mengenal sisi lain dari Elliott Wave Theory: Corrective Wave – tiga gelombang yang bergerak berlawanan dengan tren utama, diberi label A, B, dan C. Jika Impulse Wave adalah "otot" yang mendorong harga ke arah tren utama, maka Corrective Wave adalah "nafas" di antara dorongan-dorongan tersebut. Memahami struktur gelombang korektif sama pentingnya dengan memahami gelombang impulsif, karena di sinilah trader sering terjebak. Corrective Wave sering kali lebih kompleks, lebih berliku, dan lebih sulit diidentifikasi dibandingkan Impulse Wave. Namun, dengan pemahaman yang tepat, Anda dapat mengenali di mana koreksi dimulai, di mana ia berakhir, dan kapan harus bersiap untuk gelombang impulsif berikutnya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Corrective Wave (gelombang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Glosarium Istilah Saham Wajib Hafal untuk Pemula
  2. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  3. Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap: Memahami Struktur Aset Perusahaan
  4. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  5. Beneish M-Score: Alat Deteksi Dini Manipulasi Laporan Keuangan
  6. Analisis Kapitalisasi Pasar vs Total Aset: Mengungkap Diskon atau Premium yang Tidak Terlihat
  7. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  8. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  9. Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?
  10. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace

TradingView Chart - KPIG