Update: Jumat, 24 Juli 2026

INDF

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.

Rp 6.850
-1.08%
Volume
38.470 lot
MA 5
6.865
MA 20
6.759
RSI
47.37
High
6.900
Low
6.775
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.14%
Support (10d)
6.675
Resistance (10d)
7.000
Volume Trend (10d)
+19.4%
Score
70
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
6.61 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (47.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 17.488 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INDF saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.14%. Area support terdekat berada di sekitar Rp6.675, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp7.000.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 6.987 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 7.535 - 7.878 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 6.371 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional

Dalam perdagangan saham menggunakan dana pinjaman, ada satu momen yang paling ditakuti oleh setiap trader: munculnya notifikasi margin call. Ini adalah peringatan dari perusahaan sekuritas bahwa nilai aset jaminan Anda sudah tidak cukup untuk menutupi pinjaman yang diberikan. Margin call bukanlah akhir dari segalanya. Namun, reaksi terhadap margin call-lah yang seringkali menentukan apakah seorang trader akan bangkit kembali atau justru tersingkir dari pasar untuk selamanya. Memahami Mekanisme Margin Call Sebelum membahas reaksi, penting untuk memahami mengapa margin call terjadi. Ketika Anda membeli saham secara margin, Anda meminjam dana dari broker dengan menggunakan saham yang dibeli sebagai jaminan. Setiap broker memiliki ketentuan maintenance margin, biasanya sekitar 30 hingga 40 persen dari total nilai pembelian. Jika harga saham turun drastis, nilai jaminan Anda ikut turun. Ketika rasio...

Artikel menarik lainnya:

  1. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  2. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  3. Menghadapi Opini Keluarga yang Meragukan Saham: Antara Nasihat dan Tekanan
  4. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  5. Apa Itu SID (Single Investor Identification)? Kunci untuk Memulai Investasi Saham
  6. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  7. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  8. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham
  9. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  10. Accumulation/Distribution Line (A/D Line) – Mengukur Aliran Uang yang Sebenarnya

TradingView Chart - INDF