Update: Jumat, 23 Oktober 2026

INDF

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.

Rp 6.750
+1.89%
Volume
72.964 lot
MA 5
6.615
MA 20
6.785
RSI
45.83
High
6.800
Low
6.575
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.04%
Support (10d)
5.925
Resistance (10d)
7.075
Volume Trend (10d)
+189.6%
Score
60
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-6.90 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (45.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 15.333 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INDF saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.04%. Area support terdekat berada di sekitar Rp5.925, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp7.075.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 6.885 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 7.425 - 7.763 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 6.278 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index

Dalam dunia investasi saham, ada satu kebenaran fundamental yang sering diabaikan: pasar tidak hanya digerakkan oleh data, tetapi juga oleh emosi. Ketika investor diliputi rasa takut (fear), mereka cenderung menjual aset secara massal. Ketika diliputi keserakahan (greed), mereka membeli dengan harga berapa pun tanpa perhitungan. Untuk menerjemahkan dua emosi ekstrem ini menjadi angka yang terukur, CNN Business menciptakan sebuah alat populer: Fear & Greed Index. Indeks ini bukan ramalan ajaib, melainkan komposit dari beberapa indikator pasar yang mencerminkan apakah saat ini investor sedang panik atau terlalu percaya diri. Konsep Dasar: Ekstrem Adalah Sinyal Prinsip utama Fear & Greed Index sangat sederhana dan berlawanan dengan intuisi banyak orang: Ketika Fear (Takut) Ekstrem → Bisa menjadi sinyal beli. Karena biasanya harga sudah jatuh terlalu dalam, melebihi nilai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  2. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  3. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  4. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  5. Goodwill & Intangible Asset: Aset Tak Terlihat yang Bisa Menjebak Investor
  6. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  7. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  8. Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh
  9. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  10. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)

TradingView Chart - INDF