Update: Senin, 7 September 2026

INDF

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.

Rp 7.350
+1.73%
Volume
78.198 lot
MA 5
7.240
MA 20
7.325
RSI
46.67
High
7.375
Low
7.225
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.02%
Support (10d)
7.075
Resistance (10d)
7.500
Volume Trend (10d)
+13.4%
Score
35
Win Rate (30d)
56.67 %
P/L (30d)
7.30 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (46.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.608 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INDF saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.02%. Area support terdekat berada di sekitar Rp7.075, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp7.500.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 6.721 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, kini saatnya mengenal kebalikannya: Falling Wedge atau Wedge Turun. Falling Wedge adalah saudara kembar dari Rising Wedge, tetapi dengan arah yang terbalik. Secara visual, pola ini terlihat bearish karena garis-garisnya miring ke bawah. Namun, dalam konteks tertentu, Falling Wedge justru merupakan pola bullish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren naik akan berlanjut. Sama seperti Rising Wedge, Falling Wedge sering disalahartikan oleh trader pemula. Mereka melihat garis menurun dan langsung menganggapnya sebagai sinyal jual, padahal justru sebaliknya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Falling Wedge sebagai pola bullish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Falling Wedge? Falling Wedge...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham
  2. Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan
  3. Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi
  4. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda
  5. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  6. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  7. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  8. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  9. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen
  10. Dividend Yield Tinggi: Jebakan atau Peluang?

TradingView Chart - INDF