Update: Senin, 6 Juli 2026

IPCC

PT. Indonesia Kendaraan Terminal Tbk.

Rp 1.140
-1.72%
Volume
4.054 lot
MA 5
1.123
MA 20
1.167
RSI
29.41
High
1.160
Low
1.135
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.04%
Support (10d)
1.085
Resistance (10d)
1.195
Volume Trend (10d)
-66.0%
Score
50
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-8.06 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (29.4) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -622 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IPCC saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.04%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.085, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.195.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.085, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif

Selama bertahun-tahun, investor dihadapkan pada dua pilihan yang tampak berseberangan: investasi pasif (mengikuti indeks dengan bobot kapitalisasi pasar) atau investasi aktif (memilih saham berdasarkan analisis untuk mengalahkan pasar). Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, sejak awal 2000-an, muncul kategori ketiga yang menggabungkan yang terbaik dari kedua dunia: Smart Beta. Strategi ini tetap berpegang pada pendekatan indeks (sistematis, transparan, biaya rendah), tetapi aturan pembobotannya tidak lagi berdasarkan kapitalisasi pasar, melainkan berdasarkan karakteristik fundamental atau faktor-faktor tertentu. Artikel ini akan membahas apa itu smart beta, bagaimana cara kerjanya, perbedaannya dengan indeks tradisional, serta kelebihan dan kekurangannya. Apa Itu Smart Beta? Istilah "Smart Beta" sebenarnya adalah nama pemasaran. Akademisi lebih suka menyebutnya strategi indeks alternatif atau indeks berbasis aturan (rule-based indexing). Definisi sederhana: Smart Beta adalah indeks...

Artikel menarik lainnya:

  1. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  2. Membaca Perubahan Sentimen Pasar dengan Sikap: Antara Mengikuti Arus dan Tetap Rasional
  3. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  4. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  5. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  6. Book Value vs Market Value: Dua Dunia Berbeda dalam Menilai Saham
  7. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  8. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  9. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom
  10. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi

TradingView Chart - IPCC