Update: Jumat, 9 Oktober 2026

YELO

PT. Yelooo Integra Datanet Tbk.

Rp 78
0.00%
Volume
133.270 lot
MA 5
80
MA 20
83
RSI
36.17
High
80
Low
75
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.78%
Support (10d)
67
Resistance (10d)
83
Volume Trend (10d)
-23.8%
Score
10
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-24.27 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (36.2)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.515 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham YELO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 36.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.78%. Area support terdekat berada di sekitar Rp67, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp83.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 64 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan

Setelah mempelajari berbagai pola satu candlestick seperti Hammer, Hanging Man, dan Shooting Star, kini saatnya mengenal satu pola bullish yang seringkali terlewatkan oleh trader pemula: Inverted Hammer (Bullish). Jika Hammer adalah "palu" normal dengan gagang panjang di bawah, maka Inverted Hammer adalah kebalikannya—gagang panjang menjulang ke atas, tubuh kecil di bawah. Bentuknya memang mirip dengan Shooting Star (bearish), namun maknanya sama sekali berbeda karena posisinya yang unik. Dalam analisa teknikal saham, Inverted Hammer adalah salah satu sinyal pembalikan bullish yang paling underrated. Ia sering muncul di momen-momen kritis ketika pasar sedang "mencari dasar" setelah jatuh panjang. Apa Itu Inverted Hammer (Bullish)? Secara visual, Inverted Hammer terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Sumbu atas (upper shadow) Panjang,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  2. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  3. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  4. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  5. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  6. Stress Testing Portofolio pada Skenario Crash: Apakah Anda Siap Menghadapi Hari Terburuk?
  7. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  8. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  9. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi
  10. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross

TradingView Chart - YELO