Update: Jumat, 5 Juni 2026

YELO

PT. Yelooo Integra Datanet Tbk.

Rp 61
-10.29%
Volume
372.554 lot
MA 5
74
MA 20
87
RSI
22.58
High
69
Low
58
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.41%
Support (10d)
58
Resistance (10d)
93
Volume Trend (10d)
-5.5%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-46.02 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (22.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 9.915 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham YELO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 22.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.41%. Area support terdekat berada di sekitar Rp58, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp93.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 93 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 102, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 58 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Saham Batu Bara dengan Harga Komoditas: Ekstrem, Volatil, dan Penuh Peluang

Jika sektor perkebunan sawit sudah tergolong volatil, maka sektor batu bara adalah salah satu yang paling ekstrem di bursa saham. Harga batu bara bisa naik 500% dalam dua tahun, lalu turun 70% dalam satu tahun. Laba perusahaan batu bara melonjak luar biasa ketika harga komoditas sedang tinggi, dan anjlok ke zona merah ketika harga jatuh. Bagi investor yang memahami dinamika ini, saham batu bara menawarkan peluang keuntungan besar dalam waktu relatif singkat. Namun bagi yang tidak memahami, saham ini bisa menjadi jebakan yang menghancurkan portofolio. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana melakukan valuasi saham batu bara dengan menggunakan harga komoditas sebagai variabel sentral, serta strategi untuk memanfaatkan siklusnya yang liar. Karakteristik Unik Saham Batu Bara Saham batu bara memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat
  2. Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi
  3. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  4. Sustainable Growth Rate (SGR): Seberapa Cepat Perusahaan Bisa Tumbuh Tanpa Utang Baru?
  5. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  6. PEG Ratio: Ketika PER Bertemu Pertumbuhan Laba
  7. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  8. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  9. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  10. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks

TradingView Chart - YELO