Update: Jumat, 22 Mei 2026

YELO

PT. Yelooo Integra Datanet Tbk.

Rp 80
+5.26%
Volume
282.978 lot
MA 5
85
MA 20
98
RSI
16.67
High
80
Low
69

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.07%
Support (10d)
69
Resistance (10d)
108
Volume Trend (10d)
-62.0%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-29.82 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (16.7) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 20.866 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham YELO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 16.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.07%. Area support terdekat berada di sekitar Rp69, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp108.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 108 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 119, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 69 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Membangun Rencana Trading: Senjata Utama Melawan Emosi dan Kekacauan

Seorang investor membeli saham karena FOMO—melihat teman-temannya cuan besar. Tanpa rencana, ia membeli di harga puncak. Ketika harga turun, ia panik dan menjual di harga terendah. Ia rugi. Investor lain membeli saham yang sama, di waktu yang sama, dengan harga yang sama. Namun ia memiliki rencana: target profit di 20%, stop loss di 8%. Ketika harga turun 8%, ia cut loss tanpa emosi. Kerugiannya kecil. Ketika harga naik ke target, ia ambil untung. Ia konsisten untung dalam jangka panjang. Apa bedanya? Rencana trading (trading plan). Investor pertama bertindak berdasarkan emosi dan reaksi spontan. Investor kedua bertindak berdasarkan rencana yang sudah disiapkan sebelumnya, bahkan sebelum harga bergerak. Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana membangun rencana trading yang efektif, komponen apa saja yang harus ada, dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?
  2. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  3. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  4. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  5. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  6. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  7. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern
  8. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  9. Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif
  10. Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?

TradingView Chart - YELO