Update: Kamis, 20 Agustus 2026

KDTN

PT. Puri Sentul Permai Tbk.

Rp 374
+3.89%
Volume
23.810 lot
MA 5
370
MA 20
395
RSI
57.06
High
380
Low
352
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
6.17%
Support (10d)
352
Resistance (10d)
490
Volume Trend (10d)
-63.4%
Score
65
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-28.08 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.371 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KDTN saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.17%. Area support terdekat berada di sekitar Rp352, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp490.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 381 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 411 - 430 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 348 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dividend Yield Tinggi: Jebakan atau Peluang?

Siapa yang tidak tertarik dengan dividen? Mendapatkan uang tunai rutin hanya dengan memegang saham terdengar seperti mimpi. Apalagi jika ada saham dengan dividend yield 8%, 10%, bahkan 12% per tahun. Jauh di atas deposito yang hanya 4-5%. Tapi tunggu dulu. Tidak semua dividend yield tinggi itu bagus. Bahkan, seringkali dividend yield yang sangat tinggi justru menjadi jebakan bagi pemula. Mari kita bedah tuntas kapan dividend yield tinggi adalah peluang emas dan kapan itu adalah perangkap berbahaya. Pengingat Singkat: Apa Itu Dividend Yield? Dividend Yield adalah rasio yang mengukur seberapa besar dividen yang dibagikan perusahaan dibandingkan dengan harga sahamnya. Dividend Yield = (Dividen per Saham / Harga Saham) x 100% Contoh: Harga saham = Rp2.000 Dividen per saham = Rp100 Dividend yield = (100 / 2.000)...

Artikel menarik lainnya:

  1. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  2. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  3. Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?
  4. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  5. Book Value vs Market Value: Dua Dunia Berbeda dalam Menilai Saham
  6. Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri
  7. Analisis Piutang Pihak Berelasi: Bom Waktu Tersembunyi dalam Laporan Keuangan
  8. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  9. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  10. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana

TradingView Chart - KDTN