Update: Kamis, 8 Oktober 2026

ITMA

PT. Sumber Energi Andalan Tbk.

Rp 1.280
+1.59%
Volume
58 lot
MA 5
1.302
MA 20
1.387
RSI
32.32
High
1.330
Low
1.260
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.36%
Support (10d)
1.235
Resistance (10d)
1.520
Volume Trend (10d)
-65.1%
Score
10
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-9.54 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (32.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ITMA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.36%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.235, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.520.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.173 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading

Ada satu kalimat yang paling sering diucapkan trader saat mereka menahan posisi rugi terlalu lama: "Saya yakin analisis saya benar. Harga pasti akan berbalik." Dan ada satu kalimat yang paling sering diucapkan trader saat mereka memotong profit terlalu cepat: "Saya takut salah. Lebih baik saya ambil untung kecil dulu." Apa kesamaan kedua kalimat itu? Keduanya berpusat pada satu kata: benar. Trader terjebak dalam pola pikir bahwa mereka harus selalu benar. Analisis harus benar. Prediksi harus tepat. Arah harga harus sesuai dengan yang mereka harapkan. Jika tidak, mereka merasa gagal. Pola pikir ini adalah racun terbesar dalam trading. Ia membuat Anda menahan kerugian karena tidak mau mengaku salah. Ia membuat Anda mengambil profit kecil karena takut prediksi Anda meleset. Ia membuat Anda fokus pada ego, bukan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Production Cost per Ton: Metrik Paling Jujur dari Saham Tambang
  2. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri
  3. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  4. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  5. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  6. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  7. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  8. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  9. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  10. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi

TradingView Chart - ITMA