Update: Senin, 5 Oktober 2026

JATI

PT. Informasi Teknologi Indonesia Tbk.

Rp 111
+6.73%
Volume
207.843 lot
MA 5
107
MA 20
113
RSI
37.93
High
111
Low
103
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.99%
Support (10d)
101
Resistance (10d)
121
Volume Trend (10d)
-51.0%
Score
60
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
6.73 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (37.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 7.730 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JATI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.99%. Area support terdekat berada di sekitar Rp101, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp121.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 113 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 122 - 128 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 103 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula

Dua artikel sebelumnya kita sudah membahas PBV dan PER. Kali ini kita akan membahas komponen paling penting yang menjadi "bahan baku" dari PER, yaitu EPS atau Earning per Share. Tanpa memahami EPS, Anda akan kesulitan menilai apakah suatu saham murah atau mahal. Mari kita bedah tuntas. Apa Itu EPS? Earning per Share (EPS) adalah laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan untuk setiap lembar saham yang beredar. Sederhananya, EPS menjawab pertanyaan: “Berapa rupiah laba yang saya dapatkan untuk setiap 1 lembar saham yang saya pegang?” Jika Anda memiliki 100 lembar saham dan EPS perusahaan Rp500, maka secara teoritis laba yang menjadi hak Anda adalah 100 x Rp500 = Rp50.000 (meskipun laba itu tidak dibagikan semua sebagai dividen). Mengapa EPS Penting? EPS adalah jantung dari investasi saham....

Artikel menarik lainnya:

  1. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern
  2. Analisis DuPont 3 Langkah: Membongkar Rahasia ROE untuk Menilai Saham Lebih Cerdas
  3. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  4. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  5. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  6. Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order
  7. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  8. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  9. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  10. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?

TradingView Chart - JATI