Update: Jumat, 22 Mei 2026

JKON

PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.

Rp 71
0.00%
Volume
61.042 lot
MA 5
72
MA 20
76
RSI
28.57
High
72
Low
70

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.41%
Support (10d)
70
Resistance (10d)
79
Volume Trend (10d)
-66.2%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-2.74 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (28.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.429 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JKON saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.41%. Area support terdekat berada di sekitar Rp70, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp79.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 79 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 87, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 70 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya

Sebagai investor saham, Anda mungkin terbiasa melihat dividend yield sebagai ukuran seberapa besar imbal hasil yang dikembalikan perusahaan kepada pemegang saham. Namun, di era modern, banyak perusahaan besar—terutama di sektor teknologi dan korporat matang—lebih memilih untuk membeli kembali sahamnya (buyback) daripada membagikan dividen tunai. Mengapa? Karena buyback juga mengembalikan nilai kepada pemegang saham, namun dengan cara yang berbeda: mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan kepemilikan dan laba per saham (EPS) bagi investor yang tersisa. Di sinilah konsep Shareholder Yield lahir. Shareholder Yield menggabungkan dividen tunai dan pembelian kembali saham menjadi satu metrik tunggal yang mengukur total uang tunai yang dikembalikan perusahaan kepada pemegang saham relatif terhadap harga pasar sahamnya. Apa itu Shareholder Yield? Shareholder Yield adalah persentase dari harga saham yang diwakili oleh: Dividen tunai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  2. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  3. Altman Z-Score: Senjata Analisis untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan Perusahaan
  4. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  5. Pengertian Dividen: Tunai, Saham, dan Cara Hitung untuk Pemula
  6. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  7. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  8. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  9. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  10. Production Cost per Ton: Metrik Paling Jujur dari Saham Tambang

TradingView Chart - JKON