Update: Senin, 12 Oktober 2026

APII

PT. Arita Prima Indonesia Tbk.

Rp 190
-1.04%
Volume
2.124 lot
MA 5
190
MA 20
195
RSI
28.57
High
195
Low
190
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.57%
Support (10d)
185
Resistance (10d)
204
Volume Trend (10d)
-90.6%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-1.04 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (28.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 93 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham APII saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.57%. Area support terdekat berada di sekitar Rp185, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp204.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 204 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 224, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 185 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?

Sebagai investor saham yang mengandalkan pendapatan dividen, Anda mungkin pernah bertanya-tanya: Apakah masih layak memburu saham dengan dividend yield 5% jika deposito bank sudah menawarkan 6% tanpa risiko? Pertanyaan ini menyentuh inti dari relasi antara dividend yield (imbal hasil dividen saham) dan suku bunga (imbal hasil instrumen utang bebas risiko). Hubungan keduanya bukan sekadar kebetulan matematis, melainkan cerminan dari perilaku pasar modal, preferensi risiko, dan kebijakan bank sentral. Artikel ini akan membahas bagaimana suku bunga mempengaruhi daya tarik dividen, konsep equity risk premium, serta strategi yang bisa Anda terapkan di berbagai siklus suku bunga. Dasar Hubungan: Suku Bunga sebagai Acuan "Biaya Peluang" Dalam teori keuangan, suku bunga bebas risiko (biasanya mengacu pada obligasi pemerintah 10 tahun atau deposito bank) adalah opportunity cost dari investasi saham....

Artikel menarik lainnya:

  1. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  2. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank
  3. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  4. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  5. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  6. Mengelola Psikologi saat Saham Turun setelah Beli: Jangan Panik, Lakukan Ini!
  7. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  8. Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung
  9. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  10. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross

TradingView Chart - APII