Update: Rabu, 9 September 2026

BRIS

PT. Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Rp 1.775
0.00%
Volume
123.590 lot
MA 5
1.782
MA 20
1.784
RSI
55.17
High
1.790
Low
1.765
Nilai
25/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.91%
Support (10d)
1.765
Resistance (10d)
1.835
Volume Trend (10d)
+32.3%
Score
25
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-0.84 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -10.393 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BRIS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.91%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.765, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.835.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.677 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Efek Diderot di Portofolio Saham: Ketika Satu Perubahan Memicu Rantai Keputusan Buruk

Pernahkah Anda mengalami ini: Anda membeli satu saham baru karena tergoda dengan prospeknya. Lalu tanpa sadar, Anda mulai merasa bahwa saham-saham lama Anda "kurang baik" dibandingkan saham baru ini. Anda mulai menjual saham lama yang sebenarnya masih bagus, hanya karena ingin "menyesuaikan" portofolio dengan pembelian baru Anda. Atau skenario lain: Anda menjual satu saham karena butuh uang tunai. Lalu Anda merasa bahwa portofolio Anda "tidak seimbang" tanpa saham itu. Anda buru-buru membeli saham lain yang tidak Anda pahami hanya untuk "mengisi kekosongan." Fenomena ini memiliki nama: Efek Diderot. Dinamai dari filsuf Prancis Denis Diderot, yang menulis esai tentang bagaimana hadiah jubah merah mewah yang ia terima membuatnya merasa bahwa semua barang lain di ruang kerjanya (yang sederhana) menjadi "tidak layak." Ia kemudian berhutang untuk membeli...

Artikel menarik lainnya:

  1. Risk of Ruin dalam Trading Saham: Ketika Kebangkrutan Bukan Lagi Mitos
  2. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  3. Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika
  4. Ketika Aset Fisik Hampir Tidak Ada: Memahami Rasio P/TBV untuk Perusahaan Teknologi
  5. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda
  6. Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham
  7. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda
  8. Psikologi Menerima Kerugian sebagai Biaya Belajar: Mengubah Luka Men Menjadi Pelajaran Berharga
  9. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  10. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur

TradingView Chart - BRIS