Update: Senin, 6 Juli 2026

BRIS

PT. Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Rp 1.835
+4.86%
Volume
102.154 lot
MA 5
1.729
MA 20
1.772
RSI
46.77
High
1.835
Low
1.720
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.08%
Support (10d)
1.660
Resistance (10d)
1.835
Volume Trend (10d)
-59.3%
Score
35
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
2.51 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (46.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -10.995 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BRIS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.08%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.660, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.835.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.577 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss

Dalam dunia trading saham, banyak sekali indikator teknikal yang digunakan untuk mengenali pola, tren, atau sinyal beli dan jual. Mulai dari Moving Average, RSI, MACD, hingga Bollinger Bands. Namun, ada satu indikator yang kerap dianggap unik karena fungsinya tidak untuk mencari pola. Indikator itu adalah ATR (Average True Range). ATR tidak pernah memberi tahu Anda apakah harga saham akan naik, turun, atau sideways. ATR tidak menghasilkan garis support-resistance dinamis, dan tidak memberikan sinyal overbought atau oversold. Lalu, untuk apa ATR digunakan? Jawabannya sederhana: ATR dirancang khusus untuk mengelola volatilitas dan menentukan stop loss yang adaptif. Apa Itu ATR (Average True Range)? Dikembangkan oleh Welles Wilder (tokoh di balik RSI dan Parabolic SAR), ATR mengukur seberapa besar pergerakan harga suatu saham dalam periode tertentu. Wilder...

Artikel menarik lainnya:

  1. Saham vs Judi: Perbedaan Fatal yang Wajib Anda Pahami
  2. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  3. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  4. Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan
  5. Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio
  6. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  7. Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi
  8. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  9. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  10. Social Media Detox Selama Trading: Mengapa Grup WA dan Telegram Bisa Menghancurkan Akun Anda

TradingView Chart - BRIS