Update: Jumat, 22 Mei 2026

KMTR

PT. Kirana Megatara Tbk.

Rp 222
+0.91%
Volume
2.086 lot
MA 5
231
MA 20
251
RSI
12.90
High
238
Low
200

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.68%
Support (10d)
200
Resistance (10d)
260
Volume Trend (10d)
-37.7%
Score
35
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-15.27 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (12.9) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -24 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KMTR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 12.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.68%. Area support terdekat berada di sekitar Rp200, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp260.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 190 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ketika Suku Bunga Naik, Siapa yang Paling Terluka? Analisis Sensitivitas Beban Keuangan dalam Saham

Tahun 2022 hingga 2024 menjadi periode yang tidak terlupakan bagi investor saham global dan domestik. Bank sentral di berbagai negara menaikkan suku bunga acuan secara dramatis untuk memerangi inflasi. Di Indonesia, BI Rate naik dari level historis rendah 3,5% ke kisaran 6%. Akibatnya? Banyak perusahaan yang sebelumnya nyaman dengan utang berbunga rendah, tiba-tiba menghadapi lonjakan beban bunga yang menggerus laba bersih. Fenomena ini mengajarkan satu pelajaran penting: tidak semua saham bereaksi sama terhadap perubahan suku bunga. Perusahaan dengan utang besar dan sensitivitas tinggi akan babak belur, sementara perusahaan tanpa utang hampir tidak terdampak. Artikel ini akan membahas bagaimana menganalisis sensitivitas beban keuangan perusahaan terhadap perubahan suku bunga, langkah-langkah perhitungan, indikator kunci yang harus dipantau, serta strategi investasi di berbagai siklus suku bunga. Mengapa Suku Bunga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi
  2. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  3. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  4. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  5. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  6. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  7. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  8. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  9. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham
  10. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa

TradingView Chart - KMTR