Update: Jumat, 22 Mei 2026

SBMA

PT. Surya Biru Murni Acetylene Tbk.

Rp 112
+0.90%
Volume
21.234 lot
MA 5
113
MA 20
118
RSI
26.67
High
113
Low
105

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.98%
Support (10d)
105
Resistance (10d)
120
Volume Trend (10d)
-23.8%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-6.67 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (26.7) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SBMA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 26.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.98%. Area support terdekat berada di sekitar Rp105, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp120.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 120 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 132, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 105 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia

Di pasar saham, biasanya kita berpikir bahwa investor institusi, dana pensiun, atau investor ritellah yang menjadi pembeli saham. Namun, ada satu entitas yang seringkali menjadi pembeli terbesar atas saham suatu perusahaan: perusahaan itu sendiri. Ketika sebuah perusahaan membeli kembali sahamnya di pasar terbuka, aksi ini disebut share buyback atau repurchase. Dan ada metrik khusus untuk mengukur seberapa agresif perusahaan melakukan hal ini relatif terhadap nilai pasarnya, yaitu Buyback Yield. Artikel ini akan membahas apa itu rasio buyback yield, mengapa ini penting, bagaimana menghitungnya, serta perangkap yang perlu diwaspadai. Apa itu Buyback Yield? Buyback Yield adalah persentase yang menunjukkan seberapa banyak nilai saham perusahaan yang dibeli kembali oleh emiten dalam periode tertentu (biasanya 12 bulan terakhir) dibandingkan dengan total kapitalisasi pasarnya. Buyback Yield = (Total Nilai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Likuiditas Cepat (Acid Test Ratio): Detektor Kebenaran Kemampuan Bayar Utang Perusahaan
  2. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  3. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  4. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  5. Book Value vs Market Value: Dua Dunia Berbeda dalam Menilai Saham
  6. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  7. Analisis Post Trade: Seni Mengevaluasi Kesalahan Tanpa Menyesali Diri
  8. Menghadapi Opini Keluarga yang Meragukan Saham: Antara Nasihat dan Tekanan
  9. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  10. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish

TradingView Chart - SBMA