Update: Jumat, 10 Juli 2026

LCKM

PT. LCK Global Kedaton Tbk.

Rp 107
0.00%
Volume
53.309 lot
MA 5
107
MA 20
112
RSI
31.03
High
109
Low
105
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.30%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
117
Volume Trend (10d)
-84.3%
Score
10
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-2.73 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (31.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -5.338 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LCKM saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 31.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.30%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp117.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 0 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Trailing Stop: Senjata Rahasia Mengunci Profit saat Harga Terus Naik

Seorang investor membeli saham PT XYZ di harga Rp5.000. Ia memasang take profit di Rp7.500 (naik 50%). Beberapa bulan kemudian, saham tersebut naik hingga Rp10.000. Take profit di Rp7.500 sudah lama tersentuh, dan investor itu sudah menjual seluruh posisinya di harga Rp7.500. Ia senang dengan profit 50%, tetapi juga sedikit kecewa karena kehilangan potensi kenaikan hingga Rp10.000 (tambahan 33% dari harga jualnya). Investor lain, sebut saja Budi, membeli saham yang sama di harga Rp5.000. Namun Budi tidak memasang take profit tetap. Ia memasang trailing stop sebesar 15%. Ketika harga naik ke Rp6.000, stop loss-nya naik menjadi Rp5.100. Ketika harga naik ke Rp8.000, stop loss naik menjadi Rp6.800. Ketika harga naik ke Rp10.000, stop loss naik menjadi Rp8.500. Kemudian harga turun dan menyentuh Rp8.500. Budi menjual...

Artikel menarik lainnya:

  1. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  2. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  3. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio
  4. Analisis DuPont 3 Langkah: Membongkar Rahasia ROE untuk Menilai Saham Lebih Cerdas
  5. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas
  6. PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?
  7. Apa Itu SID (Single Investor Identification)? Kunci untuk Memulai Investasi Saham
  8. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  9. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  10. Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh

TradingView Chart - LCKM