Update: Jumat, 22 Mei 2026

SDPC

PT. Millennium Pharmacon International Tbk.

Rp 184
+3.95%
Volume
473 lot
MA 5
184
MA 20
190
RSI
40.91
High
186
Low
170

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.32%
Support (10d)
170
Resistance (10d)
202
Volume Trend (10d)
+0.1%
Score
10
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
-6.60 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -43 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SDPC saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.32%. Area support terdekat berada di sekitar Rp170, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp202.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 162 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor

Dalam laporan keuangan, ada satu pos yang kerap menjadi "pembunuh laba" dadakan: Impairment Asset atau penurunan nilai aset. Banyak investor fokus pada pendapatan dan laba operasional, namun tiba-tiba laba bersih anjlok drastis karena perusahaan mencatat kerugian impairment. Apa sebenarnya impairment asset, mengapa ini penting, dan bagaimana cara mendeteksinya sebelum terjebak dalam saham yang bermasalah? 1. Apa Itu Impairment Asset? Impairment asset adalah kondisi ketika nilai tercatat aset (di neraca) lebih tinggi daripada nilai terpulihkannya (recoverable amount). Dengan kata lain, aset tersebut kehilangan nilai ekonomi secara signifikan dan permanen. Standar akuntansi (PSAK/IFRS) mewajibkan perusahaan untuk menurunkan nilai aset ke nilai wajarnya dan mengakui kerugian impairment di laporan laba rugi. Aset yang bisa di-impair: Aset tetap (gedung, mesin, kendaraan) Goodwill (premium yang dibayar saat akuisisi di atas...

Artikel menarik lainnya:

  1. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  2. PER untuk Saham Siklikal: Mengapa Murah Bisa Menjebak dan Mahal Bisa Jadi Peluang
  3. Plowback Ratio: Berapa Banyak Laba yang Ditanam Kembali oleh Perusahaan?
  4. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  5. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum
  6. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  7. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  8. Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?
  9. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  10. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah

TradingView Chart - SDPC