Update: Jumat, 4 September 2026

UNTR

PT. United Tractors Tbk.

Rp 24.950
-1.38%
Volume
33.241 lot
MA 5
25.015
MA 20
24.048
RSI
68.29
High
25.400
Low
24.950
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.20%
Support (10d)
23.700
Resistance (10d)
26.000
Volume Trend (10d)
+41.5%
Score
80
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-2.16 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (68.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 999 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham UNTR saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 68.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.20%. Area support terdekat berada di sekitar Rp23.700, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp26.000.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 24.950 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 28.693 - 31.188 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 23.703 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital

Jika Anda pernah membaca laporan tahunan Netflix, Spotify, atau perusahaan media digital, Anda pasti sering menemukan istilah ARPU (Average Revenue Per User). Metrik ini sebenarnya lebih tua dari era digital – operator telekomunikasi sudah menggunakannya sejak lama. Namun kini, ARPU menjadi salah satu indikator paling krusial bagi investor yang ingin menilai kesehatan dan potensi pertumbuhan saham sektor media, teknologi, dan layanan berlangganan. Apa Itu ARPU? ARPU adalah pendapatan total perusahaan dalam periode tertentu dibagi dengan jumlah rata-rata pengguna aktif (atau pelanggan) dalam periode yang sama. ARPU=Pendapatan Periode TertentuJumlah Rata-Rata PenggunaARPU=Jumlah Rata-Rata PenggunaPendapatan Periode Tertentu​ Misalnya: Pendapatan kuartalan Spotify dari langganan premium adalah €3 miliar, dengan rata-rata 150 juta pelanggan premium. Maka ARPU = €20 per pelanggan per kuartal (atau sekitar €6,7 per bulan). Mengapa ARPU Penting untuk Investor Saham Media? Mengukur Kemampuan Monetisasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  2. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang
  3. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham
  4. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  5. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  6. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  7. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  8. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  9. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  10. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor

TradingView Chart - UNTR