Update: Kamis, 20 Agustus 2026

LMAX

PT. Lupromax Pelumas Indonesia Tbk.

Rp 115
+2.68%
Volume
960 lot
MA 5
112
MA 20
114
RSI
47.06
High
115
Low
110
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.01%
Support (10d)
109
Resistance (10d)
121
Volume Trend (10d)
+39.6%
Score
30
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
12.75 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (47.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -42 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LMAX saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.01%. Area support terdekat berada di sekitar Rp109, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp121.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 104 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Membaca "Tanda Tangan" Kecurangan: Analisis Fraud Detection dari Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah dokumen paling digemari investor. Di dalamnya tertera pendapatan, laba kotor, laba operasi, hingga laba bersih—angka-angka yang menjadi dasar keputusan beli atau jual saham. Namun ada satu fakta yang jarang disadari: laporan laba rugi juga merupakan tempat favorit untuk "bermain-main" dengan angka. Kecurangan laporan keuangan (financial statement fraud) tidak selalu terjadi di neraca. Justru, laboratorium utama rekayasa angka seringkali ada di laporan laba rugi. Pengakuan pendapatan fiktif, manipulasi beban, rekayasa laba (earnings management), hingga "big bath accounting"—semua jejaknya tertinggal di laporan laba rugi. Artikel ini akan membahas teknik-teknik mendeteksi potensi kecurangan hanya dengan membaca laporan laba rugi secara cermat. Anda tidak perlu menjadi auditor; Anda hanya perlu tahu pola-pola aneh yang menjadi "tanda tangan" kecurangan. Mengapa Laporan Laba Rugi Rentan terhadap Kecurangan?...

Artikel menarik lainnya:

  1. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  2. Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi
  3. Mesin Pertumbuhan Tersembunyi: Memahami Value of New Business (VNB) dalam Saham Asuransi Jiwa
  4. Social Media Detox Selama Trading: Mengapa Grup WA dan Telegram Bisa Menghancurkan Akun Anda
  5. Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan
  6. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen
  7. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  8. Mengukur Harga dari Masa Depan: Analisis Rasio Price to R&D Spend
  9. Psikologi Menerima Kerugian sebagai Biaya Belajar: Mengubah Luka Men Menjadi Pelajaran Berharga
  10. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross

TradingView Chart - LMAX