Update: Senin, 12 Oktober 2026

LMAX

PT. Lupromax Pelumas Indonesia Tbk.

Rp 96
-4.95%
Volume
9.657 lot
MA 5
100
MA 20
104
RSI
39.53
High
106
Low
95
Nilai
25/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.75%
Support (10d)
95
Resistance (10d)
114
Volume Trend (10d)
-17.1%
Score
25
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-11.11 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (39.5)
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LMAX saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 39.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.75%. Area support terdekat berada di sekitar Rp95, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp114.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 90 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya

Sebagai investor saham, Anda mungkin terbiasa melihat dividend yield sebagai ukuran seberapa besar imbal hasil yang dikembalikan perusahaan kepada pemegang saham. Namun, di era modern, banyak perusahaan besar—terutama di sektor teknologi dan korporat matang—lebih memilih untuk membeli kembali sahamnya (buyback) daripada membagikan dividen tunai. Mengapa? Karena buyback juga mengembalikan nilai kepada pemegang saham, namun dengan cara yang berbeda: mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan kepemilikan dan laba per saham (EPS) bagi investor yang tersisa. Di sinilah konsep Shareholder Yield lahir. Shareholder Yield menggabungkan dividen tunai dan pembelian kembali saham menjadi satu metrik tunggal yang mengukur total uang tunai yang dikembalikan perusahaan kepada pemegang saham relatif terhadap harga pasar sahamnya. Apa itu Shareholder Yield? Shareholder Yield adalah persentase dari harga saham yang diwakili oleh: Dividen tunai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir
  2. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  3. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat
  4. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  5. Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri
  6. Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?
  7. Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor
  8. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  9. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  10. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital

TradingView Chart - LMAX