Update: Senin, 5 Oktober 2026

LMAX

PT. Lupromax Pelumas Indonesia Tbk.

Rp 101
-3.81%
Volume
25.459 lot
MA 5
105
MA 20
107
RSI
40.91
High
109
Low
99
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.60%
Support (10d)
99
Resistance (10d)
115
Volume Trend (10d)
-27.6%
Score
50
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-8.18 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 8 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LMAX saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.60%. Area support terdekat berada di sekitar Rp99, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp115.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 99, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

NPM vs GPM: Memahami Dua Rasio Profitabilitas yang Berbeda

Setelah mempelajari rasio likuiditas dan utang, kini saatnya kita membahas rasio yang mengukur seberapa menguntungkan sebuah perusahaan, yaitu GPM (Gross Profit Margin) dan NPM (Net Profit Margin). Sekilas keduanya mirip karena sama-sama tentang margin laba. Tapi sebenarnya keduanya mengukur hal yang berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda pula. Mari kita bedah tuntas. Apa Itu Gross Profit Margin (GPM)? Gross Profit Margin (GPM) adalah rasio yang mengukur seberapa besar laba kotor yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan, setelah dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP). Sederhananya, GPM menjawab pertanyaan: “Setelah perusahaan membayar biaya produksi barang atau jasa, berapa persen uang yang tersisa?” Laba Kotor = Penjualan - Harga Pokok Penjualan (HPP) HPP adalah biaya langsung yang terkait dengan produksi (bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya pabrik). Rumus...

Artikel menarik lainnya:

  1. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  2. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  3. Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya
  4. Value at Risk (VaR) Sederhana: Mengukur Risiko dalam Satu Angka
  5. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  6. Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika
  7. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  8. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  9. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  10. Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham

TradingView Chart - LMAX