Update: Jumat, 10 Juli 2026

VINS

PT. Victoria Insurance Tbk.

Rp 140
+5.26%
Volume
4.957 lot
MA 5
137
MA 20
135
RSI
58.14
High
144
Low
133
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.16%
Support (10d)
123
Resistance (10d)
144
Volume Trend (10d)
-44.1%
Score
100
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-5.41 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.1)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 45 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham VINS saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.16%. Area support terdekat berada di sekitar Rp123, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp144.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 140 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 161 - 175 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 133 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi

Seorang investor melihat laporan laba rugi sebuah emiten. Laba bersih naik 80% dibanding tahun lalu. Luar biasa! Namun setelah diselidiki lebih dalam, kenaikan laba tersebut ternyata berasal dari penjualan anak perusahaan (gain on divestiture) sebesar Rp200 miliar. Bisnis inti perusahaan justru mengalami penurunan laba operasi 10%. Harga saham yang semula naik karena "kabar baik" kemudian anjlok ketika pasar menyadari bahwa kinerja sesungguhnya memburuk. Inilah jebakan yang paling sering dialami investor pemula: tertipu oleh pos-pos luar biasa (non-recurring items) yang tidak mencerminkan kinerja berkelanjutan perusahaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang analisis non-recurring items, bagaimana membedakan pendapatan dan beban inti (core) versus non-inti (non-core), serta teknik menormalkan laba untuk mendapatkan gambaran kinerja bisnis yang sesungguhnya. Apa Itu Non-Recurring Items? Non-recurring items adalah pos-pos pendapatan atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  2. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  3. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  4. Bid, Offer, Last, Volume: Istilah Wajib yang Harus Dikuasai Trader Pemula
  5. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  6. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  7. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  8. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat
  9. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  10. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil

TradingView Chart - VINS