Update: Jumat, 22 Mei 2026

MINA

PT. Sanurhasta Mitra Tbk.

Rp 310
+14.81%
Volume
2.380.552 lot
MA 5
304
MA 20
340
RSI
47.90
High
312
Low
258

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
5.24%
Support (10d)
254
Resistance (10d)
414
Volume Trend (10d)
-3.8%
Score
60
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
7.64 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (47.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 40.426 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MINA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.24%. Area support terdekat berada di sekitar Rp254, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp414.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 316 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 341 - 357 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 288 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang sangat populer karena kemampuannya menggabungkan konsep volatilitas, support/resistance dinamis, dan overbought/oversold dalam satu tampilan. Indikator itu adalah Bollinger Bands (Pita Bollinger). Bollinger Bands dikembangkan oleh John Bollinger pada tahun 1980-an. Indikator ini terdiri dari tiga garis yang mengelilingi pergerakan harga, membentuk seperti pita. Keunikan Bollinger Bands adalah lebarnya yang berubah-ubah mengikuti volatilitas pasar – ketika volatilitas tinggi, pita melebar; ketika volatilitas rendah, pita menyempit. Bollinger Bands memiliki tiga pola paling terkenal yang wajib dikuasai setiap trader: Squeeze (perubahan volatilitas), Walking the Band (trend kuat), dan Double Bottom di Lower Band (pola reversal). Artikel ini akan membahas ketiganya secara lengkap. Apa Itu Bollinger Bands? Bollinger Bands adalah indikator yang terdiri dari tiga garis: Komponen Parameter Standar Warna...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  2. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  3. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  4. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  5. Goodwill & Intangible Asset: Aset Tak Terlihat yang Bisa Menjebak Investor
  6. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  7. Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi
  8. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?
  9. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  10. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud

TradingView Chart - MINA