Update: Senin, 5 Oktober 2026

MLPL

PT. Multipolar Tbk.

Rp 78
+5.41%
Volume
101.399 lot
MA 5
75
MA 20
83
RSI
32.26
High
79
Low
74
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.94%
Support (10d)
68
Resistance (10d)
86
Volume Trend (10d)
-14.4%
Score
60
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-17.02 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (32.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 17.384 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MLPL saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.94%. Area support terdekat berada di sekitar Rp68, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp86.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 80 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 86 - 90 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 73 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan

Dalam dunia investasi, ada satu pertanyaan yang selalu menghantui setiap pemegang saham: "Apakah perusahaan ini masih akan tumbuh tahun depan?" Untuk perusahaan konstruksi, EPC (Engineering, Procurement, Construction), migas, dan manufaktur berat — yang pendapatannya berasal dari proyek-proyek jangka panjang — jawabannya bisa ditemukan dalam satu metrik sederhana namun sangat kuat: Order Book. Order book adalah salah satu indikator paling prospektif yang tersedia bagi investor. Ia tidak melihat ke belakang (seperti laporan laba rugi historis), tetapi ke depan. Ia menjawab pertanyaan yang lebih penting: "Apa yang sudah dipesan pelanggan untuk dikerjakan perusahaan di masa mendatang?" Apa Itu Order Book? Order Book (atau kontrak berjalan) adalah total nilai kontrak yang telah dimenangkan oleh perusahaan tetapi belum sepenuhnya dilaksanakan dan pendapatannya belum diakui. Dengan kata lain, order book...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengintip “Gunung Es” Laporan Keuangan: Analisis Off-Balance Sheet Items dalam Dunia Saham
  2. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  3. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  4. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas
  5. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  6. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  7. Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham
  8. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  9. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  10. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor

TradingView Chart - MLPL