Update: Jumat, 22 Mei 2026

MPIX

PT. Mitra Pedagang Indonesia Tbk.

Rp 83
-1.19%
Volume
133.102 lot
MA 5
84
MA 20
85
RSI
44.12
High
87
Low
82

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.01%
Support (10d)
81
Resistance (10d)
99
Volume Trend (10d)
+26.2%
Score
40
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
3.75 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (44.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 640 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MPIX saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.01%. Area support terdekat berada di sekitar Rp81, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp99.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 81, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?

Dua investor membaca laporan keuangan perusahaan yang sama. Investor A paling terkesan dengan laba fantastis yang diumumkan bulan lalu. Ia mengabaikan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir karena data terbaru terasa paling relevan. Ia membeli saham tersebut. Investor B paling terkesan dengan kinerja buruk perusahaan dua tahun lalu saat pandemi. Ia mengabaikan pemulihan signifikan dalam dua kuartal terakhir karena kesan awal terlalu kuat. Ia melewatkan peluang membeli di harga murah. Dua investor yang sama-sama membaca data yang sama, tetapi mengambil keputusan berbeda. Keduanya menjadi korban dari bias yang berlawanan: recency effect (Investor A) dan primacy effect (Investor B). Artikel ini akan membahas dua bias yang sering disebut sebagai "saudara kembar yang bermusuhan"—sama-sama mempengaruhi bagaimana kita menimbang data, tetapi dengan cara yang bertolak belakang. Apa Itu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  2. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  3. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  4. Analisis Post Trade: Seni Mengevaluasi Kesalahan Tanpa Menyesali Diri
  5. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  6. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  7. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  8. Market Risk Premium: Harga yang Harus Dibayar untuk Keberanian Memegang Saham
  9. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  10. Analisis Tobin's Q: Apakah Pasar Sedang Overvalued?

TradingView Chart - MPIX