Update: Selasa, 9 Juni 2026

VICO

PT. Victoria Investama Tbk.

Rp 136
+7.94%
Volume
738 lot
MA 5
133
MA 20
148
RSI
29.69
High
139
Low
118
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.42%
Support (10d)
115
Resistance (10d)
159
Volume Trend (10d)
-85.0%
Score
75
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-20.47 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (29.7) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 49 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham VICO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.42%. Area support terdekat berada di sekitar Rp115, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp159.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 136 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 156 - 170 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 129 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?

Sebagai investor, Anda selalu dihadapkan pada pilihan alokasi aset: masukkan uang ke saham yang volatil atau ke obligasi pemerintah yang aman? Keputusan ini tidak bisa hanya berdasarkan "feeling". Ada pendekatan kuantitatif yang dapat membantu Anda membandingkan daya tarik relatif antara kedua kelas aset ini. Valuasi relatif terhadap obligasi pemerintah adalah kerangka analisis yang membandingkan imbal hasil saham (earning yield) dengan imbal hasil obligasi pemerintah (yield). Ketika selisihnya melebar, saham menjadi lebih menarik. Ketika menyempit, obligasi lebih menarik. Artikel ini akan membedakan bagaimana melakukan analisis valuasi relatif ini, indikator apa saja yang digunakan, serta bagaimana mengaplikasikannya dalam keputusan alokasi portofolio Anda. Konsep Dasar: Membandingkan Apel dengan Apel Saham dan obligasi adalah instrumen yang sangat berbeda. Namun keduanya dapat dibandingkan melalui imbal hasil (yield) yang mereka tawarkan:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Visualisasi Tujuan Keuangan vs Fluktuasi Harian: Jangan Biarkan Pergerakan 5 Menit Menghancurkan Mimpi 5 Tahun
  2. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  3. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  4. NPM vs GPM: Memahami Dua Rasio Profitabilitas yang Berbeda
  5. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  6. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  7. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  8. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  9. Sustainable Growth Rate (SGR): Seberapa Cepat Perusahaan Bisa Tumbuh Tanpa Utang Baru?
  10. Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri

TradingView Chart - VICO