Update: Jumat, 17 Juli 2026

NETV

PT. MDTV Media Technologies Tbk.

Rp 50
0.00%
Volume
22.294 lot
MA 5
50
MA 20
51
RSI
50.00
High
50
Low
50
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.84%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
62
Volume Trend (10d)
+522.9%
Score
30
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-5.66 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NETV saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.84%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp62.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 48 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal

"Lebih baik beli saham perusahaan yang saya kenal." "Saya hanya beli saham produknya saya pakai sehari-hari." "Perusahaan besar dan terkenal pasti aman." Kalimat-kalimat di atas sering kita dengar dari investor pemula maupun yang sudah berpengalaman. Di satu sisi, masuk akal: membeli saham perusahaan yang kita kenal terasa lebih nyaman karena kita merasa "memahami" bisnisnya. Namun di sisi lain, kebiasaan ini adalah bentuk familiarity bias—kecenderungan untuk berinvestasi pada aset yang sudah dikenal, akrab, atau dekat dengan keseharian kita, sambil mengabaikan peluang yang lebih baik dari perusahaan yang kurang dikenal. Dan seperti banyak bias lainnya dalam investasi, familiarity bias sering kali membuat kita melewatkan peluang besar dan meningkatkan risiko secara tidak sadar. Apa Itu Familiarity Bias? Familiarity bias adalah preferensi investor untuk memilih aset investasi yang sudah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  2. Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham
  3. Rasio Restrukturisasi Utang: Detektor Dini Perusahaan yang Hampir Bangkrut atau Peluang Investasi?
  4. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  5. Psikologi Menerima Kerugian sebagai Biaya Belajar: Mengubah Luka Men Menjadi Pelajaran Berharga
  6. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  7. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  8. Apa Itu PBV (Price to Book Value)? Panduan Mudah untuk Pemula
  9. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  10. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI

TradingView Chart - NETV