Update: Jumat, 22 Mei 2026

DILD

PT. Intiland Development Tbk.

Rp 120
-0.83%
Volume
177.469 lot
MA 5
122
MA 20
127
RSI
11.76
High
121
Low
118

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.45%
Support (10d)
118
Resistance (10d)
129
Volume Trend (10d)
-26.4%
Score
35
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-5.51 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (11.8) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -16.534 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DILD saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 11.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.45%. Area support terdekat berada di sekitar Rp118, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp129.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 112 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya

Dalam analisis teknikal saham, Elliott Wave Theory mengajarkan bahwa pergerakan harga bergerak dalam pola 5 gelombang impulsif (1,2,3,4,5) dan 3 gelombang korektif (A,B,C). Namun, terkadang salah satu dari gelombang impulsif tersebut – baik wave 1, wave 3, atau wave 5 – memiliki panjang yang jauh lebih besar dibandingkan dua gelombang impulsif lainnya. Fenomena ini disebut Extended Wave (Gelombang Memanjang). Extended wave adalah konsep penting dalam Elliott Wave karena mempengaruhi cara Anda menghitung gelombang, memproyeksikan target harga, dan menentukan titik entry dan exit. Memahami extended wave akan membantu Anda tidak salah mengidentifikasi struktur gelombang, terutama ketika satu gelombang terlihat "terlalu panjang" dibandingkan yang lain. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang extended wave, mulai dari jenis-jenisnya, karakteristik, aturan yang berlaku, cara mengidentifikasinya, hingga implikasinya dalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  2. ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?
  3. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan
  4. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  5. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  6. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  7. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  8. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?
  9. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  10. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham

TradingView Chart - DILD