Update: Senin, 5 Oktober 2026

WIIM

PT. Wismilak Inti Makmur Tbk.

Rp 1.485
+1.71%
Volume
12.406 lot
MA 5
1.472
MA 20
1.513
RSI
45.83
High
1.490
Low
1.440
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.08%
Support (10d)
1.410
Resistance (10d)
1.595
Volume Trend (10d)
-54.4%
Score
30
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-14.16 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (45.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.331 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WIIM saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.08%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.410, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.595.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.340 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?

Sebagai investor saham yang mengandalkan pendapatan dividen, Anda mungkin pernah bertanya-tanya: Apakah masih layak memburu saham dengan dividend yield 5% jika deposito bank sudah menawarkan 6% tanpa risiko? Pertanyaan ini menyentuh inti dari relasi antara dividend yield (imbal hasil dividen saham) dan suku bunga (imbal hasil instrumen utang bebas risiko). Hubungan keduanya bukan sekadar kebetulan matematis, melainkan cerminan dari perilaku pasar modal, preferensi risiko, dan kebijakan bank sentral. Artikel ini akan membahas bagaimana suku bunga mempengaruhi daya tarik dividen, konsep equity risk premium, serta strategi yang bisa Anda terapkan di berbagai siklus suku bunga. Dasar Hubungan: Suku Bunga sebagai Acuan "Biaya Peluang" Dalam teori keuangan, suku bunga bebas risiko (biasanya mengacu pada obligasi pemerintah 10 tahun atau deposito bank) adalah opportunity cost dari investasi saham....

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  2. Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi
  3. Apa Itu PBV (Price to Book Value)? Panduan Mudah untuk Pemula
  4. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  5. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  6. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  7. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  8. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  9. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  10. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga

TradingView Chart - WIIM