Update: Jumat, 22 Mei 2026

WIIM

PT. Wismilak Inti Makmur Tbk.

Rp 1.780
-0.56%
Volume
21.900 lot
MA 5
1.758
MA 20
1.839
RSI
38.10
High
1.815
Low
1.725

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.20%
Support (10d)
1.665
Resistance (10d)
2.040
Volume Trend (10d)
-46.0%
Score
35
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-3.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (38.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.996 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WIIM saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 38.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.20%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.665, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.040.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.582 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus

Dalam analisis teknikal saham, moving average adalah salah satu alat paling fundamental. Setelah mengenal SMA (Simple Moving Average), EMA (Exponential Moving Average), WMA (Weighted Moving Average), dan HMA (Hull Moving Average), kini saatnya mengenal satu jenis moving average lagi yang mungkin kurang populer tetapi memiliki keunikan tersendiri: TMA (Triangular Moving Average). TMA adalah jenis moving average yang memberikan bobot lebih besar pada harga-harga di tengah-tengah periode, bukan pada harga terbaru seperti EMA atau WMA. Hasilnya adalah garis moving average yang paling halus di antara semua jenis MA, sangat baik untuk mengidentifikasi tren jangka panjang tanpa gangguan noise harga jangka pendek. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Triangular Moving Average (TMA), mulai dari cara perhitungan, karakteristik, kelebihan dan kekurangan, perbedaan dengan MA lainnya, hingga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  2. Rasio Leverage yang Aman untuk Margin Trading: Panduan untuk Investor Saham
  3. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  4. Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi
  5. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  6. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  7. Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham
  8. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  9. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  10. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat

TradingView Chart - WIIM