Update: Jumat, 24 Juli 2026

UDNG

PT. Agro Bahari Nusantara Tbk.

Rp 1.170
-6.40%
Volume
5.530 lot
MA 5
1.244
MA 20
1.282
RSI
32.91
High
1.250
Low
1.150
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.85%
Support (10d)
1.150
Resistance (10d)
1.415
Volume Trend (10d)
-34.4%
Score
10
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-16.43 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (32.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -168 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham UDNG saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.85%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.150, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.415.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.093 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen

Dalam dunia investasi saham, salah satu pertanyaan terbesar yang selalu muncul adalah: Apakah harga saham ini saat ini terbilang murah atau mahal? Untuk menjawabnya, investor menggunakan berbagai metode valuasi. Salah satu yang paling populer dan mudah dipahami, terutama untuk saham-saham yang rutin membagikan dividen, adalah Metode Gordon Growth Model (GGM). Apa Itu Metode Gordon Growth? Gordon Growth Model, juga dikenal sebagai Dividend Discount Model (DDM) versi stabil, pertama kali diperkenalkan oleh ekonom Myron J. Gordon pada tahun 1960-an. Model ini mengasumsikan bahwa dividen yang dibayarkan oleh perusahaan akan terus tumbuh pada tingkat yang konstan setiap tahunnya selamanya. Dengan kata lain, GGM membantu investor menghitung nilai wajar suatu saham hanya berdasarkan proyeksi dividen di masa depan, tingkat pertumbuhan dividen, serta tingkat imbal hasil yang diinginkan oleh...

Artikel menarik lainnya:

  1. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  2. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor
  3. Jam Trading Terbaik untuk Psikologi: Menemukan Waktu di Mana Anda Berada di Puncak Kendali
  4. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  5. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  6. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  7. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish
  8. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  9. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  10. Lebih dari Sekadar Rasio: Analisis Mendalam P/E to Growth (PEG) Adjusted

TradingView Chart - UDNG