Update: Kamis, 20 Agustus 2026

TOTO

PT. Surya Toto Indonesia Tbk.

Rp 236
+0.85%
Volume
1.486 lot
MA 5
234
MA 20
237
RSI
33.33
High
236
Low
234
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.64%
Support (10d)
230
Resistance (10d)
236
Volume Trend (10d)
-53.6%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-0.84 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (33.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 934 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TOTO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.64%. Area support terdekat berada di sekitar Rp230, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp236.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 236 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 260, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 230 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Impulse Wave (lima gelombang penggerak utama), kini saatnya mengenal sisi lain dari Elliott Wave Theory: Corrective Wave – tiga gelombang yang bergerak berlawanan dengan tren utama, diberi label A, B, dan C. Jika Impulse Wave adalah "otot" yang mendorong harga ke arah tren utama, maka Corrective Wave adalah "nafas" di antara dorongan-dorongan tersebut. Memahami struktur gelombang korektif sama pentingnya dengan memahami gelombang impulsif, karena di sinilah trader sering terjebak. Corrective Wave sering kali lebih kompleks, lebih berliku, dan lebih sulit diidentifikasi dibandingkan Impulse Wave. Namun, dengan pemahaman yang tepat, Anda dapat mengenali di mana koreksi dimulai, di mana ia berakhir, dan kapan harus bersiap untuk gelombang impulsif berikutnya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Corrective Wave (gelombang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Stress Testing Portofolio pada Skenario Crash: Apakah Anda Siap Menghadapi Hari Terburuk?
  2. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  3. Jebakan Saham Gorengan Psikologis: Ketika Keserakahan Memasuki Perangkap yang Dirancang Rapi
  4. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  5. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  6. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  7. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah
  8. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  9. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  10. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital

TradingView Chart - TOTO