Update: Jumat, 5 Juni 2026

RELI

PT. Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.

Rp 462
-3.35%
Volume
434 lot
MA 5
483
MA 20
497
RSI
44.10
High
478
Low
460
Nilai
15/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.58%
Support (10d)
418
Resistance (10d)
640
Volume Trend (10d)
+26.6%
Score
15
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-5.71 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (44.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RELI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.58%. Area support terdekat berada di sekitar Rp418, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp640.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 397 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?

Dalam laporan keuangan emiten, investor sering melihat laba anak usaha yang dikonsolidasi secara penuh. Namun, ada kategori investasi yang tidak masuk ke dalam konsolidasi: anak perusahaan yang tidak terkonsolidasi. Istilah ini merujuk pada entitas di mana perusahaan induk memiliki pengaruh signifikan (20-50% kepemilikan) atau kurang, sehingga dicatat dengan metode ekuitas (equity method) atau sebagai aset keuangan biasa. Memahami pos ini penting karena bisa menjadi sumber laba tersembunyi yang tidak tercermin dalam pendapatan operasional, sekaligus potensi jebakan jika tidak dianalisis dengan benar. 1. Mengapa Anak Perusahaan Tidak Dikonsolidasi? Aturan akuntansi (PSAK/IFRS) menyatakan bahwa konsolidasi hanya wajib jika induk memiliki pengendalian (biasanya >50% saham). Jika kepemilikan antara 20-50%, biasanya dicatat dengan metode ekuitas. Jika kurang dari 20%, dicatat sebagai aset keuangan (instrumen ekuitas) dengan nilai wajar atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  2. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  3. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  4. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  5. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  6. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?
  7. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  8. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  9. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  10. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik

TradingView Chart - RELI