Update: Kamis, 15 Oktober 2026

PACK

PT. Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk.

Rp 398
-9.13%
Volume
4.136.593 lot
MA 5
438
MA 20
502
RSI
24.22
High
458
Low
396
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.97%
Support (10d)
386
Resistance (10d)
515
Volume Trend (10d)
+17.3%
Score
45
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-28.93 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (24.2) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -242.212 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PACK saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 24.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.97%. Area support terdekat berada di sekitar Rp386, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp515.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 386, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham

Seorang investor sedang membandingkan dua perusahaan farmasi. Keduanya memiliki ukuran dan pendapatan yang hampir sama. Perusahaan A melaporkan laba bersih Rp5 triliun. Perusahaan B hanya Rp3 triliun. "Jelas Perusahaan A lebih menguntungkan," pikir si investor, lalu ia membeli saham Perusahaan A. Namun setahun kemudian, Perusahaan A harus melakukan write-off besar-besaran karena proyek R&D yang dikapitalisasi selama bertahun-tahun ternyata gagal. Laba Perusahaan A anjlok, sementara Perusahaan B tetap stabil. Si investor baru sadar: Perbedaan laba yang dilaporkan bukan karena kinerja operasional berbeda, tetapi karena perbedaan perlakuan akuntansi terhadap R&D. Perusahaan A mengkapitalisasi R&D (mencatatnya sebagai aset di neraca), sehingga beban tahunan lebih kecil dan laba lebih tinggi. Perusahaan B membebankan seluruh R&D langsung (expensed), sehingga laba lebih rendah tetapi lebih konservatif. Artikel ini akan membahas secara...

Artikel menarik lainnya:

  1. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  2. Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  3. Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir
  4. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  5. Combined Ratio: Tolok Ukur Sejati Profitabilitas Asuransi Umum
  6. Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun
  7. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  8. Analisis Piutang Pihak Berelasi: Bom Waktu Tersembunyi dalam Laporan Keuangan
  9. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  10. Book Value vs Market Value: Dua Dunia Berbeda dalam Menilai Saham

TradingView Chart - PACK