Update: Jumat, 22 Mei 2026

PACK

PT. Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk.

Rp 282
-6.62%
Volume
7.012.973 lot
MA 5
326
MA 20
273
RSI
59.70
High
310
Low
272

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
6.74%
Support (10d)
244
Resistance (10d)
406
Volume Trend (10d)
+117.2%
Score
65
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
63.01 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (59.7)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -140.103 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PACK saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 59.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.74%. Area support terdekat berada di sekitar Rp244, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp406.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 288 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 310 - 324 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 262 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading

Dalam dunia saham, ada satu momen yang rasanya begitu familiar bagi hampir setiap trader: Anda baru saja mengalami kerugian besar. Pikiran panas. Wajah terasa merah. Lalu tanpa berpikir panjang, Anda langsung membuka posisi baru yang lebih besar dari sebelumnya. Tujuannya satu: balas dendam. Inilah yang disebut dengan revenge trading, atau over-trading karena nafsu balas dendam. Perilaku ini adalah salah satu penyebab tercepat hancurnya akun trading, bahkan lebih cepat dari analisis yang buruk sekalipun. Apa Itu Revenge Trading? Revenge trading adalah tindakan membuka posisi berulang kali, biasanya dengan ukuran yang semakin besar, setelah mengalami kerugian. Tujuannya bukan lagi untuk mengikuti analisis atau rencana trading, melainkan semata-mata untuk "mengambil kembali" uang yang telah hilang. Trader yang sedang dalam mode balas dendam tidak peduli dengan sinyal teknis, fundamental,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Menentukan Risk per Trade: Aturan Emas 1-2% yang Melindungi Modal Anda
  2. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  3. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  4. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  5. NPM vs GPM: Memahami Dua Rasio Profitabilitas yang Berbeda
  6. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas
  7. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"
  8. Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi
  9. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  10. Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor

TradingView Chart - PACK