Update: Jumat, 22 Mei 2026

PBRX

PT. Pan Brothers Tbk.

Rp 26
-3.70%
Volume
515.831 lot
MA 5
29
MA 20
35
RSI
18.18
High
26
Low
25

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.19%
Support (10d)
25
Resistance (10d)
36
Volume Trend (10d)
+101.3%
Score
70
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-33.33 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (18.2) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 22.300 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PBRX saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 18.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.19%. Area support terdekat berada di sekitar Rp25, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp36.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 27 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 29 - 30 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 24 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading

Ada satu kalimat yang paling sering diucapkan trader saat mereka menahan posisi rugi terlalu lama: "Saya yakin analisis saya benar. Harga pasti akan berbalik." Dan ada satu kalimat yang paling sering diucapkan trader saat mereka memotong profit terlalu cepat: "Saya takut salah. Lebih baik saya ambil untung kecil dulu." Apa kesamaan kedua kalimat itu? Keduanya berpusat pada satu kata: benar. Trader terjebak dalam pola pikir bahwa mereka harus selalu benar. Analisis harus benar. Prediksi harus tepat. Arah harga harus sesuai dengan yang mereka harapkan. Jika tidak, mereka merasa gagal. Pola pikir ini adalah racun terbesar dalam trading. Ia membuat Anda menahan kerugian karena tidak mau mengaku salah. Ia membuat Anda mengambil profit kecil karena takut prediksi Anda meleset. Ia membuat Anda fokus pada ego, bukan...

Artikel menarik lainnya:

  1. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi
  2. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  3. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish
  4. Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung
  5. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  6. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  7. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  8. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  9. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  10. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish

TradingView Chart - PBRX