Update: Senin, 6 Juli 2026

PEHA

PT. Phapros Tbk.

Rp 246
+4.24%
Volume
283 lot
MA 5
234
MA 20
246
RSI
45.61
High
246
Low
236
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.71%
Support (10d)
216
Resistance (10d)
288
Volume Trend (10d)
+12.6%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-8.21 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (45.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 16 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PEHA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.71%. Area support terdekat berada di sekitar Rp216, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp288.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 288 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 317, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 216 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menghadapi Opini Keluarga yang Meragukan Saham: Antara Nasihat dan Tekanan

Anda baru saja mulai belajar saham. Atau mungkin sudah beberapa bulan aktif trading. Anda merasa senang. Ada rasa bangga setiap kali berhasil menganalisis sebuah perusahaan dan mengambil keputusan yang tepat. Lalu suatu hari, di meja makan, Anda bercerita tentang investasi saham. Wajah ibu tampak cemas. Ayah menggeleng. "Saham itu judi," kata mereka. "Banyak teman saya yang bangkrut main saham." "Lebih baik uangnya ditabung di bank saja, aman." Anda terdiam. Kecewa. Mungkin marah. Tapi ini keluarga Anda. Anda tidak bisa membantah dengan kasar. Tidak bisa mengabaikan begitu saja. Inilah dilema yang dihadapi hampir setiap investor saham pemula di Indonesia. Keluarga yang meragukan saham. Bukan karena mereka jahat atau tidak peduli. Tapi karena mereka khawatir. Dan kekhawatiran itu, jika tidak dikelola dengan baik, bisa menjadi tekanan psikologis...

Artikel menarik lainnya:

  1. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  2. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  3. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  4. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  5. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  6. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar
  7. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  8. Analisis Piotroski F-Score untuk Pemula: Menyaring Saham Value yang Berkualitas
  9. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  10. Analisis Kapitalisasi Pasar vs Total Aset: Mengungkap Diskon atau Premium yang Tidak Terlihat

TradingView Chart - PEHA