Update: Rabu, 10 Juni 2026

PEHA

PT. Phapros Tbk.

Rp 236
+2.61%
Volume
1.450 lot
MA 5
230
MA 20
283
RSI
25.61
High
236
Low
220
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.32%
Support (10d)
206
Resistance (10d)
304
Volume Trend (10d)
-91.5%
Score
50
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-19.73 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (25.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -357 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PEHA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 25.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.32%. Area support terdekat berada di sekitar Rp206, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp304.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 206, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target

Ketika sebuah perusahaan hendak mengakuisisi perusahaan lain, keputusan tidak hanya didasarkan pada prospek laba atau sinergi bisnis. Ada pertanyaan fundamental yang harus dijawab: Apakah lebih murah membeli perusahaan ini di bursa, atau membangun bisnis serupa dari nol? Jawaban atas pertanyaan itu ditemukan dalam sebuah metrik yang disebut Tobin's Q Ratio, atau lebih dikenal dalam ranah M&A sebagai Q Ratio. Artikel ini akan membahas bagaimana para eksekutif, investment banker, dan korporat menggunakan Q Ratio sebagai senjata rahasia dalam negosiasi merger dan akuisisi. Apa itu Q Ratio dalam Konteks M&A? Dalam literatur keuangan korporat, Q Ratio didefinisikan sebagai: Q Ratio = Nilai Pasar Perusahaan Target (Market Value) / Biaya Penggantian Aset (Replacement Cost) Nilai Pasar (Market Value): Kapitalisasi pasar saham perusahaan target ditambah total utang bersih (enterprise...

Artikel menarik lainnya:

  1. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  2. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  3. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  4. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  5. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  6. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  7. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  8. Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan
  9. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  10. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula

TradingView Chart - PEHA