Update: Jumat, 5 Juni 2026

PEVE

PT. Penta Valent Tbk.

Rp 300
+1.35%
Volume
381 lot
MA 5
314
MA 20
348
RSI
25.00
High
300
Low
286
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.35%
Support (10d)
284
Resistance (10d)
364
Volume Trend (10d)
-86.2%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-36.44 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (25.0) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 141 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PEVE saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 25.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.35%. Area support terdekat berada di sekitar Rp284, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp364.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 364 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 400, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 284 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil

Apakah pasar saham saat ini mahal atau murah? Pertanyaan ini selalu menghantui setiap investor. Jawabannya tidak sederhana karena tergantung pada banyak faktor. Namun, ada sebuah model yang cukup populer dan sederhana untuk menjawab pertanyaan ini: Fed Model. Dikembangkan oleh ekonom di Federal Reserve AS (meskipun bukan merupakan model resmi mereka), Fed Model membandingkan imbal hasil pasar saham (earning yield) dengan imbal hasil obligasi pemerintah (yield). Jika earning yield lebih tinggi dari yield obligasi, pasar saham dianggap undervalued. Jika sebaliknya, pasar saham dinilai overvalued. Artikel ini akan membedah Fed Model secara lengkap, bagaimana menerapkannya di pasar saham Indonesia, serta kelebihan dan kekurangannya sebagai alat analisis. Apa Itu Fed Model? Fed Model adalah model valuasi pasar saham yang membandingkan earning yield dari indeks pasar saham dengan yield...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  2. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas
  3. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  4. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  5. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  6. Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan
  7. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  8. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  9. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  10. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?

TradingView Chart - PEVE