Update: Senin, 7 September 2026

PEVE

PT. Penta Valent Tbk.

Rp 326
+1.88%
Volume
13.367 lot
MA 5
319
MA 20
320
RSI
66.67
High
360
Low
320
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.07%
Support (10d)
296
Resistance (10d)
360
Volume Trend (10d)
+0.8%
Score
45
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
3.16 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (66.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -122 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PEVE saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 66.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.07%. Area support terdekat berada di sekitar Rp296, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp360.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 296, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor

Di dunia investasi saham, istilah margin trading sering kali terdengar menggiurkan. Banyak cerita sukses tentang trader yang meraup keuntungan besar dalam waktu singkat berkat fasilitas ini. Namun, di sisi lain, margin trading juga menjadi pemicu kerugian fantastis yang membuat investor kehilangan seluruh modalnya, bahkan berutang. Apa sebenarnya margin trading? Mengapa disebut sebagai pisau bermata dua? Artikel ini akan mengupas tuntas definisi, mekanisme, serta berbagai kelebihan dan bahaya yang menyertainya. Apa Itu Margin Trading? Margin trading adalah kegiatan membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman dari perusahaan sekuritas (broker). Dalam skema ini, Anda hanya perlu menyediakan sejumlah dana sendiri (disebut margin awal), sedangkan sisanya dipinjamkan oleh broker. Ilustrasi sederhana: Anda ingin membeli saham senilai Rp100 juta. Dengan margin trading, Anda cukup menyetor, misalnya, 50% atau Rp50 juta...

Artikel menarik lainnya:

  1. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  2. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  3. Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit
  4. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?
  5. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  6. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  7. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR
  8. Refleksi Akhir Tahun: Bukan Tentang Profit, Tapi Proses
  9. Analisis DuPont 3 Langkah: Membongkar Rahasia ROE untuk Menilai Saham Lebih Cerdas
  10. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang

TradingView Chart - PEVE