Update: Selasa, 6 Oktober 2026

PICO

PT. Pelangi Indah Canindo Tbk

Rp 160
+1.91%
Volume
14.350 lot
MA 5
155
MA 20
169
RSI
33.33
High
166
Low
157
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.81%
Support (10d)
145
Resistance (10d)
175
Volume Trend (10d)
-11.6%
Score
30
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-20.79 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (33.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -985 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PICO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.81%. Area support terdekat berada di sekitar Rp145, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp175.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 138 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari pola pembalikan bullish seperti Dragonfly Doji dan Hammer, kini saatnya Anda mengenal "musuh" mereka: Hanging Man. Jika Hammer adalah teman trader di saat pasar jatuh, maka Hanging Man adalah alarm bahaya ketika pasar sedang terbuai oleh kenaikan. Dinamakan "Hanging Man" (Orang Gantung) karena bentuknya yang menyerupai sosok tergantung—tubuh kecil di atas dengan sumbu panjang menjuntai ke bawah. Dalam analisa teknikal saham, nama ini sengaja dipilih untuk mengingatkan bahwa tren naik bisa "mati" setelah pola ini muncul. Apa Itu Hanging Man (Bearish)? Secara visual, Hanging Man terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri yang sama persis dengan Hammer. Perbedaannya hanya pada posisi: Karakteristik Deskripsi Sumbu bawah (lower shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil, berada di...

Artikel menarik lainnya:

  1. Market Risk Premium: Harga yang Harus Dibayar untuk Keberanian Memegang Saham
  2. Menentukan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis: Seni Melindungi Modal dan Mengamankan Keuntungan
  3. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  4. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  5. Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung
  6. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek
  7. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  8. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  9. Combined Ratio: Tolok Ukur Sejati Profitabilitas Asuransi Umum
  10. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga

TradingView Chart - PICO