Update: Senin, 6 Juli 2026

PICO

PT. Pelangi Indah Canindo Tbk

Rp 127
+5.83%
Volume
7.309 lot
MA 5
120
MA 20
127
RSI
42.11
High
131
Low
118
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.76%
Support (10d)
108
Resistance (10d)
144
Volume Trend (10d)
-45.9%
Score
35
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
-11.81 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (42.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -13 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PICO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.76%. Area support terdekat berada di sekitar Rp108, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp144.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 103 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem

Dalam artikel sebelumnya tentang Value at Risk (VaR), kita telah mempelajari bagaimana mengukur batas kerugian maksimal pada tingkat kepercayaan tertentu, misalnya: "Dengan kepercayaan 95%, kerugian saya tidak akan melebihi Rp25 juta dalam satu hari." Namun, VaR memiliki kelemahan mendasar: ia tidak memberi tahu apa yang terjadi di luar batas tersebut. Berapakah kerugian rata-rata pada 5% hari terburuk? Apakah Rp30 juta, Rp50 juta, atau bahkan Rp200 juta? Di sinilah Conditional VaR (CVaR), juga dikenal sebagai Expected Shortfall (ES) , berperan. Artikel ini akan membahas bagaimana CVaR memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang risiko ekstrem dalam portofolio saham Anda. Apa Itu Conditional VaR (CVaR)? Conditional VaR atau Expected Shortfall adalah rata-rata kerugian yang terjadi dalam kondisi di mana kerugian telah melebihi batas VaR. Dengan kata lain, CVaR...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ketika Suku Bunga Naik, Siapa yang Paling Terluka? Analisis Sensitivitas Beban Keuangan dalam Saham
  2. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga
  3. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!
  4. Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio
  5. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  6. Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung
  7. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  8. Social Media Detox Selama Trading: Mengapa Grup WA dan Telegram Bisa Menghancurkan Akun Anda
  9. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  10. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya

TradingView Chart - PICO