Update: Kamis, 8 Oktober 2026

PRDL

PT. Prodia Diagnostic Line Tbk.

Rp 173
-2.26%
Volume
59.839 lot
MA 5
178
MA 20
198
RSI
31.58
High
183
Low
173
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.53%
Support (10d)
167
Resistance (10d)
206
Volume Trend (10d)
-42.9%
Score
10
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-31.35 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (31.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -684 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PRDL saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 31.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp167, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp206.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 159 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi

Berapa harga saham PT XYZ saat ini? Rp3.000. Dulu Anda pernah membelinya di harga Rp5.000. Atau Anda pernah melihatnya menyentuh Rp8.000 setahun lalu. Kini Anda merasa berat untuk menjual di harga Rp3.000 karena "masih jauh dari harga beli" atau "masih jauh dari harga tertingginya dulu". Anda memilih menahan, berharap suatu saat akan kembali ke angka-angka itu. Atau sebaliknya. Anda ingin membeli suatu saham. Harganya sekarang Rp2.000. Tapi Anda masih "terbayang" bahwa minggu lalu harganya Rp1.500. Anda merasa rugi jika membeli di harga sekarang karena "sudah naik terlalu jauh". Anda menunggu kembali ke Rp1.500, padahal secara fundamental harga Rp2.000 masih wajar. Selamat, Anda sedang menjadi korban anchoring bias. Apa Itu Anchoring Bias? Anchoring bias adalah kecenderungan psikologis untuk terlalu bergantung pada informasi pertama yang diterima (yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  2. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  3. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  4. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  5. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  6. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  7. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  8. Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio
  9. Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham
  10. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi

TradingView Chart - PRDL