Update: Jumat, 22 Mei 2026

JARR

PT. Jhonlin Agro Raya Tbk.

Rp 1.590
+7.80%
Volume
16.306 lot
MA 5
1.685
MA 20
2.088
RSI
21.83
High
1.600
Low
1.395

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.80%
Support (10d)
1.395
Resistance (10d)
2.340
Volume Trend (10d)
-3.4%
Score
60
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-23.56 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (21.8) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.508 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JARR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.395, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.340.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.622 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.749 - 1.829 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.479 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stop Bolak-Balik Buka Aplikasi Saham: Cara Mengatur Notifikasi Harga yang Efektif

Anda mungkin pernah mengalami ini: di tengah rapat penting, tiba-tiba tangan Anda tanpa sadar membuka aplikasi trading. Di saat berkumpul dengan keluarga, Anda menyelinap ke kamar mandi hanya untuk mengecek harga saham. Sebelum tidur, Anda masih scroll grafik pergerakan IHSG. Perilaku cek harga secara kompulsif ini bukan hanya menguras waktu dan energi, tetapi juga merusak kualitas keputusan investasi Anda. Semakin sering Anda melihat fluktuasi harga kecil, semakin besar kemungkinan Anda bereaksi berlebihan terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak penting. Solusinya bukan dengan "menahan diri" secara paksa—karena itu sulit dilakukan. Solusinya adalah mengubah sistem. Salah satu cara paling sederhana namun sangat efektif adalah dengan mengatur notifikasi harga dengan cerdas. Mengapa Mengecek Harga Terus-Menerus Berbahaya? Sebelum membahas teknisnya, pahami dulu mengapa kebiasaan ini merugikan: Dampak Negatif Penjelasan Keputusan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat
  2. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  3. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  4. Payout Ratio: Penentu Aman Tidaknya Dividen Anda
  5. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  6. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  7. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  8. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  9. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  10. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital

TradingView Chart - JARR