Update: Kamis, 20 Agustus 2026

JARR

PT. Jhonlin Agro Raya Tbk.

Rp 2.970
+24.79%
Volume
292.530 lot
MA 5
2.351
MA 20
2.014
RSI
84.74
High
2.970
Low
2.420
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.38%
Support (10d)
1.850
Resistance (10d)
2.970
Volume Trend (10d)
+668.7%
Score
80
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
54.69 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (84.7) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 5.593 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JARR saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 84.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.38%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.850, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.970.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 2.970 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 3.416 - 3.713 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 2.822 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading

Dalam dunia saham, ada satu momen yang rasanya begitu familiar bagi hampir setiap trader: Anda baru saja mengalami kerugian besar. Pikiran panas. Wajah terasa merah. Lalu tanpa berpikir panjang, Anda langsung membuka posisi baru yang lebih besar dari sebelumnya. Tujuannya satu: balas dendam. Inilah yang disebut dengan revenge trading, atau over-trading karena nafsu balas dendam. Perilaku ini adalah salah satu penyebab tercepat hancurnya akun trading, bahkan lebih cepat dari analisis yang buruk sekalipun. Apa Itu Revenge Trading? Revenge trading adalah tindakan membuka posisi berulang kali, biasanya dengan ukuran yang semakin besar, setelah mengalami kerugian. Tujuannya bukan lagi untuk mengikuti analisis atau rencana trading, melainkan semata-mata untuk "mengambil kembali" uang yang telah hilang. Trader yang sedang dalam mode balas dendam tidak peduli dengan sinyal teknis, fundamental,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  2. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  3. Refleksi Akhir Tahun: Bukan Tentang Profit, Tapi Proses
  4. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  5. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  6. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  7. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  8. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  9. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  10. Payout Ratio: Penentu Aman Tidaknya Dividen Anda

TradingView Chart - JARR