Update: Senin, 5 Oktober 2026

MGRO

PT. Mahkota Group Tbk.

Rp 725
+0.69%
Volume
52.045 lot
MA 5
723
MA 20
699
RSI
68.18
High
730
Low
710
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.96%
Support (10d)
675
Resistance (10d)
735
Volume Trend (10d)
+1.2%
Score
100
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
8.21 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (68.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.158 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MGRO saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 68.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.96%. Area support terdekat berada di sekitar Rp675, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp735.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 725 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 834 - 906 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 689 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek

Saham sektor properti memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari sektor lainnya. Perusahaan properti tidak menjual sabun atau memproduksi mobil. Bisnis mereka adalah mengembangkan lahan: membeli tanah, membangun perumahan, apartemen, atau kawasan industri, lalu menjualnya kepada konsumen dengan margin keuntungan. Karena sifat bisnisnya yang unik, metode valuasi konvensional seperti PER (Price to Earnings Ratio) atau bahkan PBV (Price to Book Value) seringkali tidak memadai. Mengapa? Karena nilai terbesar perusahaan properti seringkali tersembunyi di dalam lahan yang belum dikembangkan, proyek yang masih dalam pengerjaan, atau properti investasi yang disewakan. Nilai-nilai ini tidak tercermin secara akurat dalam laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi. Di sinilah RNAV (Revaluated Net Asset Value) atau Nilai Aset Bersih yang Dinilai Ulang menjadi metode valuasi yang paling relevan. Artikel ini akan membahas secara mendalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  2. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  3. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  4. Rasio LTV/CAC: Ukuran Paling Jujur Kesehatan Saham Digital
  5. Jebakan Saham Gorengan Psikologis: Ketika Keserakahan Memasuki Perangkap yang Dirancang Rapi
  6. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  7. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  8. Analisis Precedent Transaction: Menilai Saham dari Harga Akuisisi Perusahaan Sejenis
  9. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  10. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat

TradingView Chart - MGRO