Update: Kamis, 22 Oktober 2026

IBFN

PT. Intan Baru Prana Tbk.

Rp 63
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
63
MA 20
63
RSI
100.00
High
-
Low
-
Nilai
5/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio

Seorang investor memiliki portofolio yang sudah dibangun lima tahun lalu. Awalnya, komposisinya seimbang: 40% saham pertumbuhan, 30% saham dividen, 20% obligasi, 10% cash. Lima tahun kemudian, beberapa saham pertumbuhan naik luar biasa. Kini komposisinya berubah drastis: 70% saham pertumbuhan, 15% saham dividen, 10% obligasi, 5% cash. Investor ini tahu bahwa portofolionya sudah tidak seimbang. Ia tahu bahwa terlalu banyak konsentrasi di satu sektor meningkatkan risiko. Ia tahu bahwa sudah waktunya rebalancing—menjual sebagian saham yang sudah naik terlalu tinggi dan membeli aset yang tertinggal. Tapi ia tidak melakukan apa-apa. "Ah, nanti saja," pikirnya. "Saya sudah nyaman dengan portofolio ini. Lagi pula saham-saham ini masih bagus." Ia membiarkan portofolionya terus berjalan tanpa penyesuaian. Hingga suatu hari, sektor pertumbuhan yang sedang hype itu koreksi tajam. Portofolionya jatuh lebih...

Artikel menarik lainnya:

  1. Market Risk Premium: Harga yang Harus Dibayar untuk Keberanian Memegang Saham
  2. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band
  3. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  4. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  5. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  6. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  7. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  8. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  9. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  10. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?

TradingView Chart - IBFN