Update: Jumat, 17 Juli 2026

IBFN

PT. Intan Baru Prana Tbk.

Rp 63
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
63
MA 20
65
RSI
N/A
High
-
Low
-
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.35%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
-100.0%
Score
40
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
18.87 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (0.0) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional

Dalam perdagangan saham menggunakan dana pinjaman, ada satu momen yang paling ditakuti oleh setiap trader: munculnya notifikasi margin call. Ini adalah peringatan dari perusahaan sekuritas bahwa nilai aset jaminan Anda sudah tidak cukup untuk menutupi pinjaman yang diberikan. Margin call bukanlah akhir dari segalanya. Namun, reaksi terhadap margin call-lah yang seringkali menentukan apakah seorang trader akan bangkit kembali atau justru tersingkir dari pasar untuk selamanya. Memahami Mekanisme Margin Call Sebelum membahas reaksi, penting untuk memahami mengapa margin call terjadi. Ketika Anda membeli saham secara margin, Anda meminjam dana dari broker dengan menggunakan saham yang dibeli sebagai jaminan. Setiap broker memiliki ketentuan maintenance margin, biasanya sekitar 30 hingga 40 persen dari total nilai pembelian. Jika harga saham turun drastis, nilai jaminan Anda ikut turun. Ketika rasio...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  2. Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif
  3. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  4. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  5. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  6. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  7. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  8. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  9. PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?
  10. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan

TradingView Chart - IBFN