Update: Rabu, 10 Juni 2026

SFAN

PT. Surya Fajar Capital Tbk.

Rp 1.955
+0.26%
Volume
492 lot
MA 5
1.946
MA 20
1.955
RSI
58.33
High
1.955
Low
1.950
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.24%
Support (10d)
1.940
Resistance (10d)
1.960
Volume Trend (10d)
-6.9%
Score
45
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -21 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SFAN saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.24%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.940, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.960.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.940, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dividend Yield Tinggi: Jebakan atau Peluang?

Siapa yang tidak tertarik dengan dividen? Mendapatkan uang tunai rutin hanya dengan memegang saham terdengar seperti mimpi. Apalagi jika ada saham dengan dividend yield 8%, 10%, bahkan 12% per tahun. Jauh di atas deposito yang hanya 4-5%. Tapi tunggu dulu. Tidak semua dividend yield tinggi itu bagus. Bahkan, seringkali dividend yield yang sangat tinggi justru menjadi jebakan bagi pemula. Mari kita bedah tuntas kapan dividend yield tinggi adalah peluang emas dan kapan itu adalah perangkap berbahaya. Pengingat Singkat: Apa Itu Dividend Yield? Dividend Yield adalah rasio yang mengukur seberapa besar dividen yang dibagikan perusahaan dibandingkan dengan harga sahamnya. Dividend Yield = (Dividen per Saham / Harga Saham) x 100% Contoh: Harga saham = Rp2.000 Dividen per saham = Rp100 Dividend yield = (100 / 2.000)...

Artikel menarik lainnya:

  1. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  2. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  3. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  4. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi
  5. Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru
  6. Monte Carlo Simulation untuk Risiko Portofolio: Melihat Ribuan Kemungkinan Masa Depan
  7. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  8. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  9. Menentukan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis: Seni Melindungi Modal dan Mengamankan Keuntungan
  10. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami

TradingView Chart - SFAN