Update: Kamis, 11 Juni 2026

PNIN

PT. Paninvest Tbk.

Rp 700
-0.71%
Volume
13.933 lot
MA 5
685
MA 20
750
RSI
34.78
High
720
Low
690
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.77%
Support (10d)
640
Resistance (10d)
790
Volume Trend (10d)
+191.1%
Score
60
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-11.95 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (34.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 6.864 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PNIN saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 34.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.77%. Area support terdekat berada di sekitar Rp640, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp790.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 714 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 770 - 805 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 651 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Ascending Triangle sebagai pola kelanjutan bullish, kini saatnya mengenal saudaranya yang berada di sisi sebaliknya: Descending Triangle. Descending Triangle adalah kebalikan dari Ascending Triangle. Jika Ascending Triangle adalah pola bullish, maka Descending Triangle adalah pola bearish. Ia terbentuk di tengah tren turun dan menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, harga kemungkinan besar akan melanjutkan penurunannya. Pola ini sangat dicari oleh trader yang ingin mengambil posisi jual (short) karena memberikan sinyal jual yang cukup akurat dengan target harga yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Descending Triangle, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Descending Triangle? Descending Triangle adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  2. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  3. Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham
  4. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan
  5. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  6. Metode Equal Weight: Strategi Sederhana untuk Pemula dalam Alokasi Saham
  7. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  8. Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti
  9. Free Cash Flow (FCF) Adalah Raja: Mengapa Laba Bisa Berbohong, tapi Arus Kas Bebas Tidak
  10. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan

TradingView Chart - PNIN