Update: Senin, 5 Oktober 2026

PNIN

PT. Paninvest Tbk.

Rp 670
+1.52%
Volume
1.273 lot
MA 5
674
MA 20
702
RSI
26.32
High
670
Low
660
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.92%
Support (10d)
650
Resistance (10d)
715
Volume Trend (10d)
-30.8%
Score
30
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-7.59 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (26.3) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -713 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PNIN saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 26.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.92%. Area support terdekat berada di sekitar Rp650, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp715.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 618 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis SOTP (Sum of The Parts): Membongkar Nilai Tersembunyi di Perusahaan Konglomerasi

Di bursa saham, terdapat perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak lini bisnis yang sangat berbeda satu sama lain. Ada perusahaan yang awalnya bergerak di tekstil, lalu merambah properti, kemudian masuk ke infrastruktur, dan sekarang memiliki anak perusahaan di bidang digital. Inilah yang disebut perusahaan konglomerasi atau conglomerate. Masalahnya, bagaimana Anda menilai perusahaan yang bisnisnya sangat beragam? Apakah Anda menggunakan rasio PER (Price to Earnings) yang sama untuk semua divisi? Tentu tidak. Divisi properti memiliki karakteristik valuasi yang berbeda dengan divisi consumer goods, dan berbeda lagi dengan divisi infrastruktur. Di sinilah analisis SOTP (Sum of The Parts) atau Penjumlahan Nilai Setiap Bagian menjadi sangat penting. Metode ini memecah perusahaan konglomerasi menjadi bagian-bagian bisnisnya, menilai setiap bagian secara terpisah dengan metode valuasi yang paling sesuai, lalu menjumlahkannya untuk mendapatkan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  2. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud
  3. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  4. Pengertian Pendapatan vs Laba: Jangan Tertukar!
  5. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi
  6. Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap: Memahami Struktur Aset Perusahaan
  7. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  8. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  9. Jebakan Saham Gorengan Psikologis: Ketika Keserakahan Memasuki Perangkap yang Dirancang Rapi
  10. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio

TradingView Chart - PNIN