Update: Senin, 5 Oktober 2026

MTEL

PT. Dayamitra Telekomunikasi Tbk.

Rp 442
-0.90%
Volume
39.393 lot
MA 5
449
MA 20
476
RSI
26.42
High
444
Low
440
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.50%
Support (10d)
438
Resistance (10d)
510
Volume Trend (10d)
-58.8%
Score
30
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-1.78 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (26.4) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -13.888 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MTEL saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 26.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.50%. Area support terdekat berada di sekitar Rp438, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp510.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 416 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya

Setelah mempelajari rasio profitabilitas seperti ROE dan EPS, kini saatnya kita membahas rasio yang mengukur kesehatan finansial perusahaan dari sisi utang, yaitu DER atau Debt to Equity Ratio. Mengapa ini penting? Karena perusahaan yang labanya besar sekalipun bisa bangkrut jika utangnya membebani. Mari kita pahami DER dari dasar. Apa Itu DER? Debt to Equity Ratio (DER) adalah rasio yang membandingkan total utang perusahaan dengan total ekuitas (modal sendiri) yang dimiliki pemegang saham. Sederhananya, DER menjawab pertanyaan: “Berapa rupiah utang yang dimiliki perusahaan untuk setiap Rp100 modal pemegang saham?” Debt (Utang) : Semua kewajiban perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Equity (Ekuitas) : Modal sendiri yang berasal dari pemegang saham. Rumus DER Rumus DER sangat sederhana: DER = Total Utang / Total Ekuitas Hasilnya biasanya...

Artikel menarik lainnya:

  1. CAR (Capital Adequacy Ratio): Benteng Pertahanan Kesehatan Bank
  2. Dividen Reinvestment Plan (DRIP): Cara Cerdas Meningkatkan Return Investasi
  3. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  4. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  5. Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif
  6. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  7. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?
  8. Analisis Piutang Pihak Berelasi: Bom Waktu Tersembunyi dalam Laporan Keuangan
  9. Menentukan Ukuran Posisi: Seni Mengelola Risiko sebelum Masuk Pasar
  10. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi

TradingView Chart - MTEL