Update: Jumat, 9 Oktober 2026

TBIG

PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk.

Rp 1.400
0.00%
Volume
1.528 lot
MA 5
1.417
MA 20
1.444
RSI
33.33
High
1.400
Low
1.375
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.20%
Support (10d)
1.375
Resistance (10d)
1.475
Volume Trend (10d)
-61.6%
Score
10
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-4.44 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (33.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -408 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TBIG saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.20%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.375, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.475.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.306 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Social Media Detox Selama Trading: Mengapa Grup WA dan Telegram Bisa Menghancurkan Akun Anda

Anda membuka grup WhatsApp atau Telegram saham favorit Anda. Dalam lima menit, Anda membaca puluhan pesan: "UD ini bakal tembus 200! Gas terus!" "Turun dikit dikit, sabar ya kawan, masih bagus!" "Tadi saya dapat info dari dalam, ada kabar baik minggu depan." "Saya sudah beli 200 lot di 150. Siapa lagi?" "Udah naik 10 poin! Makasih admin!" Lima belas menit kemudian, Anda membeli saham itu. Bukan karena analisis Anda. Bukan karena riset Anda. Tapi karena semua orang di grup membelinya. Anda takut ketinggalan. Inilah social media dalam trading. Dan bagi kebanyakan trader ritel, ia adalah racun perlahan yang menghancurkan disiplin, mengaburkan penilaian, dan menguras modal. Artikel ini tentang perlunya social media detox selama trading. Bukan berarti Anda harus menghapus semua akun sosial media selamanya. Tapi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  2. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  3. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  4. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  5. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  6. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  7. Mesin Pertumbuhan Tersembunyi: Memahami Value of New Business (VNB) dalam Saham Asuransi Jiwa
  8. Rasio Beta: Mengukur Kepekaan Saham Anda terhadap IHSG
  9. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  10. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli

TradingView Chart - TBIG