Update: Kamis, 8 Oktober 2026

TBIG

PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk.

Rp 1.400
-1.75%
Volume
857 lot
MA 5
1.426
MA 20
1.448
RSI
32.50
High
1.430
Low
1.395
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.24%
Support (10d)
1.390
Resistance (10d)
1.480
Volume Trend (10d)
-63.2%
Score
10
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-5.41 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (32.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -196 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TBIG saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.24%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.390, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.480.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.321 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor

Dalam laporan keuangan, ada satu pos yang kerap menjadi "pembunuh laba" dadakan: Impairment Asset atau penurunan nilai aset. Banyak investor fokus pada pendapatan dan laba operasional, namun tiba-tiba laba bersih anjlok drastis karena perusahaan mencatat kerugian impairment. Apa sebenarnya impairment asset, mengapa ini penting, dan bagaimana cara mendeteksinya sebelum terjebak dalam saham yang bermasalah? 1. Apa Itu Impairment Asset? Impairment asset adalah kondisi ketika nilai tercatat aset (di neraca) lebih tinggi daripada nilai terpulihkannya (recoverable amount). Dengan kata lain, aset tersebut kehilangan nilai ekonomi secara signifikan dan permanen. Standar akuntansi (PSAK/IFRS) mewajibkan perusahaan untuk menurunkan nilai aset ke nilai wajarnya dan mengakui kerugian impairment di laporan laba rugi. Aset yang bisa di-impair: Aset tetap (gedung, mesin, kendaraan) Goodwill (premium yang dibayar saat akuisisi di atas...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam
  2. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  3. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  4. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  5. PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?
  6. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  7. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang
  8. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham
  9. Apa Itu Lot Saham dan Minimum Trading Saham? Panduan Dasar untuk Investor Pemula
  10. Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh

TradingView Chart - TBIG