Update: Kamis, 20 Agustus 2026

TBIG

PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk.

Rp 1.410
+0.71%
Volume
1.893 lot
MA 5
1.405
MA 20
1.405
RSI
49.18
High
1.430
Low
1.400
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.54%
Support (10d)
1.340
Resistance (10d)
1.455
Volume Trend (10d)
-1.5%
Score
55
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
0.36 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (49.2)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 24 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TBIG saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 49.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.54%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.340, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.455.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.455 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.601, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 1.340 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal Kelas Saham: Perbedaan Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan

Di pasar modal Indonesia, para investor sering membagi saham ke dalam tiga kategori populer: Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan. Ketiga istilah ini bukanlah istilah resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), melainkan sebutan umum yang berkembang di kalangan pelaku pasar. Memahami perbedaan ketiganya akan sangat membantu Anda menyusun strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda. Artikel ini akan mengupas tuntas karakteristik, kelebihan, kekurangan, serta contoh masing-masing kategori. Apa Itu Saham Blue Chip? Saham Blue Chip adalah saham milik perusahaan-perusahaan terbesar, paling mapan, dan paling terpercaya di bursa efek. Istilah "Blue Chip" sendiri diambil dari permainan poker, di mana chip biru memiliki nilai tertinggi. Dalam dunia saham, blue chip adalah yang terbaik dari yang terbaik. Karakteristik Saham Blue Chip Kapitalisasi Pasar Raksasa:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  2. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  3. Pola Cup and Handle: Cangkir dan Gagang yang Menjanjikan Kenaikan Besar
  4. Altman Z-Score: Senjata Analisis untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan Perusahaan
  5. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  6. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  7. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  8. Pengertian Pendapatan vs Laba: Jangan Tertukar!
  9. Mengendalikan Euforia saat Pasar Bullish Ekstrem: Saat Bahagia Justru Berbahaya
  10. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank

TradingView Chart - TBIG