Update: Senin, 6 Juli 2026

TBIG

PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk.

Rp 1.420
-2.07%
Volume
5.087 lot
MA 5
1.424
MA 20
1.433
RSI
54.95
High
1.450
Low
1.410
Nilai
20/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.98%
Support (10d)
1.355
Resistance (10d)
1.480
Volume Trend (10d)
-79.7%
Score
20
Win Rate (30d)
56.67 %
P/L (30d)
7.58 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.218 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TBIG saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.98%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.355, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.480.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 20 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.287 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

Dalam analisis teknikal tradisional, volume hanya ditampilkan sebagai batang vertikal di bagian bawah chart. Anda bisa melihat berapa banyak saham yang diperdagangkan dalam suatu periode, tetapi Anda tidak tahu di level harga mana transaksi tersebut paling banyak terjadi. Volume Profile mengubah semua itu. Ia memecah volume berdasarkan level harga, menciptakan semacam "peta kepadatan" yang menunjukkan area-area dengan aktivitas perdagangan tertinggi dan terendah. Dalam peta tersebut, ada dua konsep kunci yang wajib Anda pahami: High Volume Node (HVN) dan Low Volume Node (LVN). High node adalah area di mana volume sangat terkonsentrasi—seperti kota padat penduduk. Low node adalah area di mana volume sangat sedikit—seperti padang pasir yang sepi. Memahami kedua node ini akan mengubah cara Anda melihat support, resistance, breakout, dan target harga. Anda tidak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  2. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  3. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  4. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  5. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  6. Piotroski Score: Cara Sistematis Menilai Kesehatan Fundamental Perusahaan
  7. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  8. Index Fund: Cara Paling Sederhana dan Andal untuk Berinvestasi di Saham
  9. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  10. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya

TradingView Chart - TBIG