Update: Jumat, 11 September 2026

TEBE

PT. Dana Brata Luhur Tbk.

Rp 1.715
-3.38%
Volume
60.615 lot
MA 5
1.750
MA 20
1.675
RSI
46.96
High
1.775
Low
1.670
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.31%
Support (10d)
1.610
Resistance (10d)
1.960
Volume Trend (10d)
-64.6%
Score
40
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
56.62 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (47.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.197 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TEBE saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.31%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.610, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.960.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.610, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik

Dalam analisis teknikal saham, kita sudah mengenal Double Top sebagai pola pembalikan bearish dengan dua puncak. Namun, bagaimana jika harga mencoba menembus level resistance yang sama sebanyak tiga kali dan ketiganya gagal? Pola inilah yang disebut Triple Top. Triple Top adalah versi yang lebih kuat dan lebih jarang muncul dibandingkan Double Top. Pola ini menandakan bahwa tekanan beli sudah benar-benar habis setelah tiga kali upaya yang gagal. Ketika pola ini terbentuk, sinyal pembalikan yang dihasilkan cenderung lebih kuat dan pergerakan harga setelah penembusan sering kali lebih tajam. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Triple Top, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Triple Top? Triple Top adalah pola pembalikan bearish (bearish reversal) yang terbentuk...

Artikel menarik lainnya:

  1. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  2. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  3. Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang
  4. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  5. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  6. Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?
  7. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  8. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  9. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan
  10. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish

TradingView Chart - TEBE