Update: Selasa, 9 Juni 2026

TEBE

PT. Dana Brata Luhur Tbk.

Rp 970
+22.78%
Volume
19.546 lot
MA 5
896
MA 20
1.052
RSI
38.33
High
975
Low
790
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.94%
Support (10d)
760
Resistance (10d)
1.110
Volume Trend (10d)
-15.6%
Score
60
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-28.15 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (38.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.058 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TEBE saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 38.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.94%. Area support terdekat berada di sekitar Rp760, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.110.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 989 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.067 - 1.116 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 902 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif

Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan investor pemula adalah meniru strategi dan pilihan saham orang lain tanpa mempertimbangkan profil risiko diri sendiri. Padahal, apa yang cocok untuk seorang trader muda lajang belum tentu cocok untuk seorang ibu rumah tangga dengan tanggungan anak atau seorang pensiunan. Dalam dunia investasi, portofolio umumnya dibagi menjadi tiga kategori besar berdasarkan tingkat risiko dan potensi imbal hasil: Agresif, Moderat, dan Konservatif. Ketiganya bukan soal benar atau salah, melainkan soal kesesuaian dengan profil Anda. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan ketiga tipe portofolio tersebut, termasuk contoh alokasi aset, karakteristik investor yang cocok, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mengapa Profil Risiko Itu Penting? Sebelum membangun rumah, Anda harus tahu tanahnya keras atau lunak. Sebelum berinvestasi, Anda harus tahu seberapa besar Anda...

Artikel menarik lainnya:

  1. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  2. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  3. Metode Equal Weight: Strategi Sederhana untuk Pemula dalam Alokasi Saham
  4. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  5. All Weather Portfolio: Solusi Investasi Sepanjang Musim untuk Investor Pasif
  6. Dividen Reinvestment Plan (DRIP): Cara Cerdas Meningkatkan Return Investasi
  7. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  8. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas
  9. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  10. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan

TradingView Chart - TEBE