Update: Jumat, 24 Juli 2026

TEBE

PT. Dana Brata Luhur Tbk.

Rp 1.050
-4.11%
Volume
9.948 lot
MA 5
1.076
MA 20
1.018
RSI
60.00
High
1.090
Low
1.040
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.84%
Support (10d)
995
Resistance (10d)
1.145
Volume Trend (10d)
+201.2%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
0.48 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -394 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TEBE saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.84%. Area support terdekat berada di sekitar Rp995, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.145.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.145 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.260, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 995 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar

Dalam dunia analisis teknikal saham, banyak trader hanya berfokus pada harga dan volume standar. Namun, ada alat yang lebih tajam untuk membedah pertarungan sesungguhnya antara pembeli dan penjual: Cumulative Volume Delta (CVD) dan konsep Delta Divergence. Jika Anda ingin memahami mengapa harga naik tapi sebenarnya kelemahan sedang terjadi, atau mengapa harga turun tapi justru ada sinyal pembelian besar, maka artikel ini wajib Anda baca. Apa Itu Volume Delta? Sebelum memahami CVD, kita harus paham dulu apa itu Volume Delta. Dalam setiap candlestick, terjadi transaksi jual dan beli. Volume Delta adalah selisih antara volume yang terjadi di bid price (tekanan jual) dan volume di ask price (tekanan beli). Rumus sederhananya: Delta = Volume Ask (Beli Aktif) – Volume Bid (Jual Aktif) Delta Positif (+) :...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ketika Aset Fisik Hampir Tidak Ada: Memahami Rasio P/TBV untuk Perusahaan Teknologi
  2. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  3. Pola Cup and Handle: Cangkir dan Gagang yang Menjanjikan Kenaikan Besar
  4. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  5. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  6. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  7. Hidden Asset: Ketika Nilai Buku Terlalu Rendah dan Pasar Melewatkan Harta Karun
  8. Accumulation/Distribution Line (A/D Line) – Mengukur Aliran Uang yang Sebenarnya
  9. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  10. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat

TradingView Chart - TEBE