* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.
PER untuk Saham Siklikal: Mengapa Murah Bisa Menjebak dan Mahal Bisa Jadi Peluang
Dalam dunia investasi saham, kita sering mendengar pepatah: "Beli saat murah, jual saat mahal." Namun untuk saham siklikal – seperti otomotif, tambang, properti, dan komoditas – menerapkan pepatah ini secara terbalik justru bisa lebih menguntungkan. Mengapa? Karena laba perusahaan siklikal sangat fluktuatif mengikuti siklus ekonomi. Di puncak siklus (boom), laba melonjak tinggi sehingga PER terlihat sangat murah (4x-6x). Di lembah siklus (bust), laba anjlok atau bahkan rugi sehingga PER terlihat sangat mahal (20x-30x+ atau tidak terdefinisi). Investor pemula sering terjebak: membeli saat PER murah (di puncak siklus) lalu merugi saat siklus berbalik. Investor cerdas melakukan sebaliknya: membeli saat PER mahal (di lembah siklus) ketika prospek masih suram, dan menjual saat PER murah (di puncak siklus) ketika euforia pasar mencapai puncaknya. Artikel ini akan membahas secara...