Update: Jumat, 2 Oktober 2026

TSPC

PT. Tempo Scan Pacific Tbk.

Rp 2.640
+0.76%
Volume
6.096 lot
MA 5
2.630
MA 20
2.709
RSI
29.63
High
2.640
Low
2.560
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.65%
Support (10d)
2.560
Resistance (10d)
2.800
Volume Trend (10d)
-18.3%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-2.94 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (29.6) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -684 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TSPC saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.65%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.560, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.800.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 2.800 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 3.080, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 2.560 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan investor pemula adalah melihat rasio Price to Book Value (PBV) sebuah saham, lalu langsung menyimpulkan apakah saham tersebut murah atau mahal berdasarkan angka absolut. "Bank A punya PBV 1,5x, Bank B punya PBV 2,0x, jadi Bank A lebih murah." Atau bahkan lebih parah: "Bank punya PBV 1,5x, sementara perusahaan teknologi punya PBV 8x, jadi teknologi terlalu mahal." Kesimpulan seperti ini bisa sangat menyesatkan. Mengapa? Karena setiap sektor memiliki karakteristik fundamental yang berbeda yang mempengaruhi "rasio PBV normal" masing-masing. Membandingkan PBV bank dengan PBV perusahaan teknologi seperti membandingkan apel dengan durian – keduanya buah, tetapi sangat berbeda. Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan karakteristik sektor perbankan dan sektor teknologi yang menyebabkan rentang PBV mereka berbeda secara fundamental. Dengan...

Artikel menarik lainnya:

  1. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank
  2. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi
  3. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  4. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang
  5. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  6. Memahami Rasio LTV (Loan to Value) untuk Analisis Perusahaan Keuangan
  7. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  8. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  9. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  10. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga

TradingView Chart - TSPC