Update: Jumat, 10 Juli 2026

ULTJ

PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk.

Rp 1.370
0.00%
Volume
5.700 lot
MA 5
1.358
MA 20
1.352
RSI
46.94
High
1.380
Low
1.350
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.93%
Support (10d)
1.295
Resistance (10d)
1.380
Volume Trend (10d)
-51.8%
Score
60
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-13.02 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (46.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3.545 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ULTJ saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.93%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.295, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.380.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.397 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.507 - 1.576 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.274 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir

Dalam dunia bisnis, ada sebuah pepatah lama yang berbunyi: "Revenue is vanity, profit is sanity, but cash is reality." Pendapatan bisa dibanggakan, laba menunjukkan kewarasan, tetapi uang tunai adalah kenyataan yang sesungguhnya. Pertanyaannya: Seberapa cepat sebuah perusahaan mengubah uangnya yang diinvestasikan ke operasional menjadi uang tunai kembali? Jawabannya terletak pada Cash Conversion Cycle (CCC) atau Siklus Konversi Kas. Metrik ini merupakan salah satu indikator paling komprehensif untuk menilai efisiensi modal kerja dan manajemen arus kas sebuah perusahaan. Artikel ini akan membahas CCC secara mendalam dan bagaimana menggunakannya dalam analisis saham. Apa Itu Cash Conversion Cycle (CCC)? CCC mengukur berapa hari yang dibutuhkan sebuah perusahaan untuk mengubah investasinya dalam persediaan dan piutang menjadi uang tunai dari penjualan. Singkatnya, CCC adalah jarak waktu antara perusahaan membayar pemasok...

Artikel menarik lainnya:

  1. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return
  2. Rasio Leverage yang Aman untuk Margin Trading: Panduan untuk Investor Saham
  3. Net Current Asset Value (NCAV): Strategi "Saham Murni" ala Benjamin Graham
  4. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  5. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  6. Rasio Market Value Added (MVA): Ukuran Kekayaan yang Diciptakan untuk Pemegang Saham
  7. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  8. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  9. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  10. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio

TradingView Chart - ULTJ