Update: Jumat, 23 Oktober 2026

ULTJ

PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk.

Rp 2.100
0.00%
Volume
122.899 lot
MA 5
2.068
MA 20
2.075
RSI
52.63
High
2.140
Low
2.100
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.02%
Support (10d)
1.815
Resistance (10d)
2.180
Volume Trend (10d)
-26.8%
Score
40
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
22.45 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -50.831 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ULTJ saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.02%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.815, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.180.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.815, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ukuran Profitabilitas di Balik Setiap Polis: Analisis New Business Margin dalam Saham Asuransi Jiwa

Dua perusahaan asuransi jiwa melaporkan kinerja tahun 2024. Perusahaan A mencatat pertumbuhan premi baru 25%, sementara Perusahaan B hanya 10%. Investor berbondong-bondong membeli saham Perusahaan A. Namun setahun kemudian, harga saham Perusahaan A justru turun sementara Perusahaan B naik. Apa yang terjadi? Ternyata, Perusahaan A mengejar volume dengan menjual produk bermargin rendah (bahkan negatif setelah memperhitungkan biaya), sementara Perusahaan B fokus pada produk berkualitas tinggi dengan margin gemuk. Perusahaan A memiliki New Business Margin 2%. Perusahaan B memiliki New Business Margin 12%. Pasar menghargai profitabilitas, bukan sekadar volume. Dalam artikel sebelumnya kita membahas Value of New Business (VNB) secara keseluruhan. Sekarang kita akan fokus pada New Business Margin—rasio yang mengukur seberapa menguntungkan setiap rupiah premi baru yang berhasil dijual perusahaan asuransi jiwa. Apa Itu New...

Artikel menarik lainnya:

  1. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  2. Kepercayaan Buta pada Guru Saham: Bahaya Mengikuti Tanpa Filter
  3. Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?
  4. All Weather Portfolio: Solusi Investasi Sepanjang Musim untuk Investor Pasif
  5. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  6. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  7. Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika
  8. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  9. Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis
  10. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar

TradingView Chart - ULTJ