Update: Jumat, 24 Juli 2026

UNIC

PT. Unggul Indah Cahaya Tbk.

Rp 12.700
0.00%
Volume
98 lot
MA 5
12.750
MA 20
12.549
RSI
66.04
High
12.750
Low
12.600
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.26%
Support (10d)
12.350
Resistance (10d)
13.000
Volume Trend (10d)
+149.1%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
2.01 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (66.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham UNIC saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 66.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.26%. Area support terdekat berada di sekitar Rp12.350, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp13.000.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 13.000 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 14.300, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 12.350 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib

Di antara sekian banyak alat analisis teknikal, ada satu yang pendekatannya paling unik dan berbeda dari yang lain. Alat ini tidak menggunakan moving average, tidak menggunakan rumus statistik kompleks, dan tidak menggunakan rasio Fibonacci seperti kebanyakan indikator lainnya. Alat itu adalah Murray Math Lines (MML). Dikembangkan oleh seorang trader legendaris bernama T.H. Murray, yang kemudian dipopulerkan dan disempurnakan oleh Tim Murray (kecil kemungkinan ada hubungan keluarga, meskipun namanya mirip), MML didasarkan pada konsep yang brilian namun sederhana: harga bergerak dalam oktaf. Ya, seperti oktaf dalam musik. Murray percaya bahwa pasar bergerak dalam siklus yang terbagi menjadi 8 bagian sama besar, dan level-level ini berulang pada skala yang berbeda. Hasilnya adalah sebuah sistem support dan resistance yang sangat terstruktur. Apa Itu Murray Math Lines? Murray...

Artikel menarik lainnya:

  1. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  2. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  3. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  4. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital
  5. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  6. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR
  7. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri
  8. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  9. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  10. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan

TradingView Chart - UNIC