Update: Jumat, 22 Mei 2026

GZCO

PT. Gozco Plantations Tbk.

Rp 156
+7.59%
Volume
180.470 lot
MA 5
161
MA 20
204
RSI
21.64
High
156
Low
137

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.47%
Support (10d)
137
Resistance (10d)
228
Volume Trend (10d)
-42.1%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-22.77 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (21.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 50.215 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GZCO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.47%. Area support terdekat berada di sekitar Rp137, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp228.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 228 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 251, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 137 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading

Dalam dunia saham, ada satu momen yang rasanya begitu familiar bagi hampir setiap trader: Anda baru saja mengalami kerugian besar. Pikiran panas. Wajah terasa merah. Lalu tanpa berpikir panjang, Anda langsung membuka posisi baru yang lebih besar dari sebelumnya. Tujuannya satu: balas dendam. Inilah yang disebut dengan revenge trading, atau over-trading karena nafsu balas dendam. Perilaku ini adalah salah satu penyebab tercepat hancurnya akun trading, bahkan lebih cepat dari analisis yang buruk sekalipun. Apa Itu Revenge Trading? Revenge trading adalah tindakan membuka posisi berulang kali, biasanya dengan ukuran yang semakin besar, setelah mengalami kerugian. Tujuannya bukan lagi untuk mengikuti analisis atau rencana trading, melainkan semata-mata untuk "mengambil kembali" uang yang telah hilang. Trader yang sedang dalam mode balas dendam tidak peduli dengan sinyal teknis, fundamental,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham
  2. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam
  3. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  4. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  5. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  6. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  7. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  8. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  9. Sustainable Growth Rate (SGR): Seberapa Cepat Perusahaan Bisa Tumbuh Tanpa Utang Baru?
  10. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui

TradingView Chart - GZCO