Update: Jumat, 23 Oktober 2026

VAST

PT. Vastland Indonesia Tbk.

Rp 99
-1.00%
Volume
28.799 lot
MA 5
95
MA 20
101
RSI
46.43
High
101
Low
97
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.67%
Support (10d)
81
Resistance (10d)
113
Volume Trend (10d)
-45.2%
Score
55
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-12.39 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (46.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.150 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham VAST saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.67%. Area support terdekat berada di sekitar Rp81, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp113.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 113 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 124, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 81 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi

Seorang investor membeli saham sebuah perusahaan teknologi yang sedang berkembang pesat. Harga saham naik 3 kali lipat dalam dua tahun. Ia merasa puas. Namun ia lupa bahwa perusahaan telah menerbitkan obligasi konversi (convertible bond) dua tahun lalu dengan rasio konversi yang menarik. Kini, dengan harga saham yang tinggi, pemegang obligasi konversi mulai mengkonversi obligasi mereka menjadi saham biasa. Jumlah saham beredar membengkak secara signifikan. Laba per saham (EPS) yang semula tampak gemilang menjadi tergerus. Harga saham pun terkoreksi. Investor itu baru sadar: ia tidak memperhitungkan potensi dilusi dari obligasi konversi. Obligasi konversi adalah instrumen hibrida yang memiliki karakteristik utang (obligasi) sekaligus memiliki fitur konversi menjadi saham. Rasio konversi adalah jantung dari fitur ini—menentukan berapa banyak saham yang akan diperoleh pemegang obligasi ketika mereka memutuskan untuk...

Artikel menarik lainnya:

  1. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  2. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  3. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  4. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  5. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri
  6. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham
  7. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital
  8. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  9. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba
  10. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu

TradingView Chart - VAST