Update: Jumat, 22 Mei 2026

CDIA

PT. Chandra Daya Investasi Tbk.

Rp 750
+6.38%
Volume
797.802 lot
MA 5
808
MA 20
1.002
RSI
29.41
High
755
Low
650

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.88%
Support (10d)
650
Resistance (10d)
1.205
Volume Trend (10d)
-26.1%
Score
60
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-24.62 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (29.4) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 134.993 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CDIA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.88%. Area support terdekat berada di sekitar Rp650, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.205.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 765 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 825 - 863 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 698 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Beta: Mengukur Kepekaan Saham Anda terhadap IHSG

Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1%, apakah saham yang Anda pegang ikut naik 1%? Atau justru naik 2%? Atau malah turun? Jawaban atas pertanyaan ini terletak pada sebuah metrik yang disebut Beta. Beta adalah salah satu konsep paling praktis dalam manajemen portofolio modern. Ia mengukur seberapa sensitif pergerakan harga suatu saham terhadap pergerakan pasar secara keseluruhan (dalam hal ini IHSG). Memahami beta akan membantu Anda merancang portofolio yang sesuai dengan profil risiko dan ekspektasi imbal hasil. Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu rasio beta, cara mengintepretasikannya, serta bagaimana menggunakannya untuk keputusan investasi yang lebih cerdas. Apa Itu Rasio Beta? Beta adalah koefisien yang mengukur hubungan antara imbal hasil (return) suatu saham dengan imbal hasil pasar (IHSG). Dalam istilah statistik, beta adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  2. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar
  3. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  4. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  5. Mental Accounting: Bahaya Memisahkan Uang Berdasarkan "Label" yang Tidak Rasional
  6. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  7. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham
  8. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  9. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham
  10. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor

TradingView Chart - CDIA