Update: Senin, 6 Juli 2026

CDIA

PT. Chandra Daya Investasi Tbk.

Rp 625
+2.46%
Volume
258.730 lot
MA 5
600
MA 20
647
RSI
35.38
High
635
Low
600
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
5.57%
Support (10d)
540
Resistance (10d)
700
Volume Trend (10d)
-51.0%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-20.89 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (35.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 12.762 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CDIA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 35.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.57%. Area support terdekat berada di sekitar Rp540, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp700.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 700 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 770, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 540 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank

Dalam investasi saham perbankan, ada keseimbangan yang sangat halus antara keuntungan dan risiko. Bank yang terlalu agresif menyalurkan kredit bisa meraih laba besar, tetapi berisiko kehabisan uang tunai. Sebaliknya, bank yang terlalu konservatif aman secara likuiditas, tetapi pertumbuhan labanya lamban dan kurang menarik bagi investor. Di sinilah LDR (Loan to Deposit Ratio) berperan sebagai barometer utama untuk mengukur posisi bank pada spektrum antara agresivitas dan kehati-hatian. Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu LDR, bagaimana membacanya, serta mengapa rasio ini menjadi perhatian utama investor dan regulator. Apa Itu LDR? Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah rasio yang membandingkan total kredit yang disalurkan bank dengan total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun, terutama dari tabungan, giro, dan deposito. Rumus dasar LDR adalah: LDR =...

Artikel menarik lainnya:

  1. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat
  2. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  3. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?
  4. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  5. Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan
  6. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang
  7. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  8. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  9. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  10. KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator

TradingView Chart - CDIA