Update: Senin, 6 Juli 2026

SMLE

PT. Sinergi Multi Lestarindo Tbk.

Rp 102
+0.99%
Volume
478.142 lot
MA 5
98
MA 20
95
RSI
61.29
High
117
Low
98
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
4.46%
Support (10d)
88
Resistance (10d)
117
Volume Trend (10d)
+20.4%
Score
100
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-8.93 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (61.3)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.347 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMLE saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 61.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.46%. Area support terdekat berada di sekitar Rp88, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp117.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 102 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 117 - 128 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 97 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Dalam dunia saham dan investasi, ada satu kebenaran yang sering dilupakan saat pasar sedang rally atau crash: tanpa disiplin, portofolio Anda akan kehilangan keseimbangan. Seiring waktu, saham yang naik gemilang bisa mendominasi porsi investasi Anda, sementara aset pelindung seperti obligasi atau emas menjadi kerdil. Akibatnya, profil risiko portofolio Anda bergeser jauh dari rencana awal. Di sinilah rebalancing berperan. Rebalancing adalah tindakan menjual sebagai aset yang porsinya terlalu besar dan membeli aset yang porsinya terlalu kecil, untuk mengembalikan portofolio ke target alokasi semula. Pertanyaan klasiknya: Seberapa sering? Bulanan atau tahunan? Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan rebalancing bulanan versus tahunan, dilengkapi data historis, psikologi investor, serta rekomendasi praktis untuk investor saham di Indonesia. Mengapa Rebalancing Itu Penting? Sebelum membandingkan frekuensi, pahami dulu manfaat rebalancing: Mengendalikan risiko...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Piutang Pihak Berelasi: Bom Waktu Tersembunyi dalam Laporan Keuangan
  2. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  3. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  4. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  5. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  6. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  7. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  8. Jebakan Saham Gorengan Psikologis: Ketika Keserakahan Memasuki Perangkap yang Dirancang Rapi
  9. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  10. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)

TradingView Chart - SMLE