Update: Jumat, 22 Mei 2026

SMLE

PT. Sinergi Multi Lestarindo Tbk.

Rp 102
-7.27%
Volume
7.460 lot
MA 5
109
MA 20
124
RSI
5.71
High
110
Low
98

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.87%
Support (10d)
98
Resistance (10d)
131
Volume Trend (10d)
-17.9%
Score
35
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-26.09 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (5.7) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -272 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMLE saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 5.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.87%. Area support terdekat berada di sekitar Rp98, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp131.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 93 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"

"Sudah saya bilang dari dulu saham ini bakal turun." "Siapa sih yang tidak tahu kalau krisis akan datang?" "Lihat kan? Saya sudah merasa aneh dengan saham itu sejak awal." Pernahkah Anda mendengar (atau bahkan mengucapkan sendiri) kalimat-kalimat seperti itu setelah suatu peristiwa pasar terjadi? Selamat, Anda sedang menyaksikan—atau mengalami—hindsight bias dalam bentuknya yang paling klasik. Apa Itu Hindsight Bias? Hindsight bias adalah kecenderungan psikologis untuk melihat suatu peristiwa yang sudah terjadi seolah-olah peristiwa tersebut mudah diprediksi sebelumnya. Dalam bahasa sederhana: setelah sesuatu terjadi, kita merasa "tahu sejak awal" bahwa hal itu akan terjadi, padahal sebelumnya kita tidak tahu apa-apa. Fenomena ini sering disebut juga sebagai "efek saya-tahu-semua" atau "bias 20/20" (mengacu pada ketajaman penglihatan setelah fakta). Di dunia saham, hindsight bias adalah musuh utama pembelajaran...

Artikel menarik lainnya:

  1. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  2. Pengertian Dividen: Tunai, Saham, dan Cara Hitung untuk Pemula
  3. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  4. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital
  5. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  6. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  7. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  8. Jebakan Saham Gorengan Psikologis: Ketika Keserakahan Memasuki Perangkap yang Dirancang Rapi
  9. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  10. Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?

TradingView Chart - SMLE