Update: Jumat, 5 Juni 2026

PLAN

PT. Planet Properindo Jaya Tbk.

Rp 32
-8.57%
Volume
115.720 lot
MA 5
36
MA 20
44
RSI
27.78
High
37
Low
32
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.28%
Support (10d)
32
Resistance (10d)
47
Volume Trend (10d)
+116.7%
Score
60
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-43.86 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (27.8) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PLAN saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.28%. Area support terdekat berada di sekitar Rp32, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp47.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 33 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 35 - 37 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 30 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal

"Lebih baik beli saham perusahaan yang saya kenal." "Saya hanya beli saham produknya saya pakai sehari-hari." "Perusahaan besar dan terkenal pasti aman." Kalimat-kalimat di atas sering kita dengar dari investor pemula maupun yang sudah berpengalaman. Di satu sisi, masuk akal: membeli saham perusahaan yang kita kenal terasa lebih nyaman karena kita merasa "memahami" bisnisnya. Namun di sisi lain, kebiasaan ini adalah bentuk familiarity bias—kecenderungan untuk berinvestasi pada aset yang sudah dikenal, akrab, atau dekat dengan keseharian kita, sambil mengabaikan peluang yang lebih baik dari perusahaan yang kurang dikenal. Dan seperti banyak bias lainnya dalam investasi, familiarity bias sering kali membuat kita melewatkan peluang besar dan meningkatkan risiko secara tidak sadar. Apa Itu Familiarity Bias? Familiarity bias adalah preferensi investor untuk memilih aset investasi yang sudah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  2. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  3. Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif
  4. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  5. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  6. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud
  7. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  8. Mengelola Drawdown Psikologis: Ketika Musuh Terbesar Berada di Dalam Pikiran Anda
  9. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  10. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih

TradingView Chart - PLAN